Pesan Wagub Jabar kepada Petani Milenial yang Mulai Budidaya Jamur

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum.(Antara/HO-Humas Pemprov Jabar) KOMENTAR

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 28 September 2021 | 20:05 WIB

Sariagri - Petani milenial bidang kehutanan memulai budidaya komoditas jamur kayu. Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, jamur kayu merupakan komoditas potensial di masa depan karena permintaan pasar yang tergolong tinggi.

"Permintaannya sangat luar biasa, namun produksinya kurang. Jamur kayu salah satu komoditas yang diperjuangkan," ujar Pak Uu dalam konferensi video saat meresmikan kegiatan Petani Milenial Jamur Kayu dari Kabupaten Bandung Barat, Selasa (28/9/2021).

Jamur kayu bisa menjadi bahan baku berbagai macam olahan pangan. Selain makanan olahan, jamur kayu juga bisa menjadi makanan yang diawetkan dalam kemasan berupa bumbu makanan.

Baglog atau media tanam jamur terdiri dari serbuk gergaji industri pengolahan kayu. Petani milenial dapat dimanfaatkan serbuk sisa budidaya menjadi pupuk organik maupun bahan bakar berupa wood pellet.

Pak Uu meminta petani milenial komoditas jamur kayu mengajak rekan-rekannya bertani. Apalagi, salah satu tujuan program petani milenial yang digagas Pemda Provinsi Jabar adalah meregenerasi petani di Jabar.

"Salah satu tugas pemimpin di berbagai level adalah menyejahterakan masyarakat. Jabar punya sumber daya melimpah, baik Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alam. Peluang ini tentu harus dimanfaatkan, termasuk di dalamnya potensi pertanian," katanya.

Menurut Pak Uu, dengan keterlibatan generasi milenial dan sentuhan teknologi, wajah pertanian di Jabar akan menjadi lebih segar. Selain itu, produktivitas pertanian di Jabar bakal terus meningkat.

Baca Juga: Pesan Wagub Jabar kepada Petani Milenial yang Mulai Budidaya Jamur
Cerita Gede Artha, Petani Milenial Sukses Raup Omzet 20 Juta per Bulan dari Usaha Jamur

"Semakin sedikitnya keluarga petani, kakek sampai bapaknya petani, tapi cucunya tidak jadi petani. Maka keluarga petani tidak melahirkan lagi petani. Pak Gubernur selalu punya inovasi hebat, yakni dengan malaksanakan program Petani Milenial, termasuk Santani (Santri Tani) Jawa Barat," kata Pak Uu.

"Diharapkan para petani dari kaum muda, kaum intelektual, bisa bertani dengan ilmu dan wawasan global, serta memanfaatkan teknologi yang hebat," pungkasnya.

Video Terkait