Bisa Tampung 25 Juta Kubik Air, Bendungan Kuningan Bisa Mengairi 3.000 Lahan Sawah di Kuningan dan Brebes

Ilustrasi Bendungan Kuningan.

Editor: M Kautsar - Minggu, 19 September 2021 | 23:00 WIB

Sariagri - Bendungan Kuningan yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir Agustus lalu, diklaim mampu menampung air di musim hujan hingga 25 juta kubik. Air tersebut dianggap cukup untuk mengairi area pertanian sawah seluas 3.000 hektare di Kabupaten Kuningan dan Brebes, Jawa Tengah.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Ismail Widadi menjelaskan, Bendungan Kuningan yang terletak di Kecamatan Cibeureum itu termasuk salah satu proyek obyek vital nasional.

Dimana proses pengerjaannya, kata Ismail, memakan waktu 8 tahun. Dimulai dari tahun 2013 sampai tahun 2020. Proses pembuatan bendungan tersebut ditaksir menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

"Baru diresmikan Pak Presiden. Sekarang sudah 8 persen digenangi air. Tahun depan tepatnya bulan Januari, diprediksi sudah 100 persen," kata Ismail, Sabtu (18/9).

Dia menjelaskan, selain bermanfaat untuk mengairi lahan sawah, keberadaan bendungan ini juga dapat mengurangi dampak banjir, akibat curah hujan tinggi. Ia menyebut, bendungan ini mampu menampung hingga 80 persen air hujan  dari wilayah hulu.

"Sampai 80 persen air hujan dari hulu bisa tertampung. Jadi yang diterima wilayah hilir akan lebih sedikit," tuturnya.

Untuk memudahkan proses pengairan dari Bendungan Kuningan, lanjutnya, saluran irigasi tersier sampai sekunder di wilayah yang bisa dialiri akan dibangun.

Ismail mengaku, proses pembangunan irigasi tersier dengan panjang sekitar 17 kilometer dan tersebar di 7 Kabupaten dan Kota yaitu Kuningan, Indramayu, Cirebon, Brebes Garut, Sumedang, dan Majalengka, telah selesai tahun ini

Baca Juga: Bisa Tampung 25 Juta Kubik Air, Bendungan Kuningan Bisa Mengairi 3.000 Lahan Sawah di Kuningan dan Brebes
Erick Thohir Minta Lahan Bekas Tambang di Babel Jadi Lahan Pertanian

"Pembangunan di 300 titik proyek irigasi tersier dan rata-rata setiap titik proyek irigasi tersier panjangnya 400 meteran, sudah kami tinjau langsung," ujarnya.

"Di daerah sungai Cileuweung, akan dibangun aliran irigasi tersier dan sekunder. Sehingga bisa mengaliri area pertanian sampai 1.000 hektar sawah di Kabupaten Kuningan," ucap dia.

Video Terkait