Mentan Syahrul Terpilih Jadi Ketua G20 Bidang Pertanian: Tingkatkan Peran Sektor Pertanian Berkelanjutan

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (kanan) saat menghadiri Open Forum on Sustainable Agriculture. (Sariagri/Kementan)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Sabtu, 18 September 2021 | 19:00 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, terpilih menjadi Ketua G20 Bidang Pertanian pada acara Agriculture Ministers Meeting G20 di Florence, Italia.

Pada acara tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak negara G20 untuk meningkatkan peran sektor pertanian berkelanjutan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama kawasan Afrika.

Hal ini dilakukan demi mendorong kawasan Afrika dalam meningkatkan produksi pertanian sehingga menciptakan ketahanan pangan global melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani.

"Indonesia terus mendukung Afrika dengan berbagi pengalaman mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam meningkatkan produksi pertanian dan pencapaian ketahanan pangan dan gizi," kata Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya pada Open Forum on Sustainable Agriculture.

Mentan mendorong kemitraan negara G20 serta Afrika dapat memberikan dampak yang luas dengan menjadikan Afrika sebagai bagian dari solusi, termasuk dengan pemanfaatan secara optimal potensi yang dimiliki oleh Afrika. Dengan demikian, kemitraan tersebut diharapkan dapat sejalan dengan prioritas dan kebutuhan Afrika.

Baca Juga: Mentan Syahrul Terpilih Jadi Ketua G20 Bidang Pertanian: Tingkatkan Peran Sektor Pertanian Berkelanjutan
Dukungan Indonesia untuk Pertanian Afrika di Pertemuan G20

"Kawasan Afrika menghadapi banyak tantangan yang cukup serius akibat perubahan iklim, bencana alam, hama, penyakit tanaman dan ternak lintas negara. Permasalahan ini diperberat dengan munculnya pandemi COVID-19 yang belum juga berakhir," uajr Syahrul.

Sebagai tambahan informasi, forum G20 terdiri dari 20 negara yakni AS, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa.

Video Terkait