Gropyokan, Tradisi Kuno Petani Berantas Hama Tikus Agar Tak Gagal Panen

Petani Kab. Semarang lakukan tradisi Gropyokan ramai-ramai berantas hama tikus. (Sariagri/Aji Dewanto)

Editor: Reza P - Sabtu, 18 September 2021 | 20:00 WIB

Sariagri - Untuk mencegah terjadinya gagal panen akibat dirusak hama tikus, petani padi di Tambak Boyo, Kabupaten Semarang menggelar gropyokan hama tikus.

Gropyokan tikus dipusatkan di jalan lingkar Tambak Boyo. Kelompok Tani Sidomakmur menggunakan alat sederhana untuk menangkap hama tikus tersebut.

Kepada wartawan, Ketua Kelompok Tani Sidomakmur, Pujono, mengatakan kegiatan 'gropyokan' tikus selama ini dilakukan selain memiliki tujuan utama dalam membasmi hama tikus juga memiliki kebermanfaatan lain.

"Kearifan lokal ini menumbuhkan sikap gotong royong antar para petani sekaligus sebagai ajang silaturahmi," kata Pujono, saat menggelar syukuran sebelum gropyokan tikus, Sabtu (17/9).

Kegiatan tergolong tradisional dan kuno namun seringkali lebih bersifat efektif sebagai salah satu strategi dalam pengendalian hama tikus sawah pada awal musim tanam.

"Tikus sawah merupakan hama utama tanaman padi bagi kalangan petani. Dampak yang ditimbulkan yakni kerusakan yang dapat terjadi mulai dari fase persemaian, fase generatif hingga fase penyimpanan di gudang," ujarnya.

Bahkan disebutkannya, kerusakan kuantitatif yang ditunjuk hama tikus yaitu penurunan bobot produksi akibat dikonsumsi binatang pengerat tersebut.

"Sehingga kerusakan kualitatif yaitu adanya kontaminasi kotoran maupun mikroorganisme lainnya yang terbawa oleh tikus," paparnya.

Cara-cara sederhana, murah serta ramah lingkungan lebih dipilih petani dan secara intensif dan berkelanjutan sebelum tikus berkembang-biak.

Baca Juga: Gropyokan, Tradisi Kuno Petani Berantas Hama Tikus Agar Tak Gagal Panen
Perangi Hama Tikus, Desa Ini Lakukan Sayembara Unik Berhadiah Uang

Menggunakan alat-alat yang sederhana seperti kayu, cangkul, besi, ember dan lainnya tanpa menggunakan senyawa kimia seperti pestisida, disebutkan Pujono, kegiatan mencerminkan kerjasama, kegotongroyongan dan tak bisa bekerja secara individual.

"Metode pemberantasan tikus metode ini sebelumnya kami awali dengan selamatan atau syukuran. Dimaksudkan dalam pelaksanaannya berjalan lancar, tidak ada hambatan serta diberkahi Tuhan Yang Maha Esa," ungkapnya.

Video Terkait