Wujudkan Ketahanan Pangan, Cina Siapkan 'Silicon Valley' Pertanian

Ilustrasi padi. (Foto: Pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 15 September 2021 | 19:10 WIB

Sariagri - Guna mengembangkan sektor pertanian dengan menggunakan teknologi canggih dalam pemuliaan tanaman, Akademi Ilmu Pertanian Tropis Cina (Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences/CATAS) membentuk mekanisme terbuka di Kota Sanya.

Proyek yang berada di Provinsi Hainan tersebut dikerjakan oleh Pusat Laboratorium dan Kompleks Penelitian di Zona Inovasi Yazhouwan dengan melibatkan partisipasi dari beberapa cabang universitas terkemuka di Cina.

Program tersebut mendapat dukungan aktif dari pemerintah Cina yang bermaksud untuk mendirikan "Lembah Silikon Selektif" di Hainan. Tugas Kompleks Penelitian itu tidak hanya mencakup kegiatan penelitian, tetapi juga memperkenalkan berbagai perkembangan sektor pertanian melalui interaksi dengan organisasi dan individu yang berkepentingan.

“Penelitian dan pengamatan kami dilakukan terhadap berbagai faktor berbahaya yang menghambat perkembangan tanaman untuk menghasilkan buah baru. Merek pemuliaan yang diakui secara bertahap muncul di Hainan,” ujar Wakil Kepala CATAS, Guo Anping, seperti dilansir dari laman TASS.

Lebih lanjut, Gua Anping mengatakan bahwa iklim di Sanya sangat ideal untuk pengembangan tanaman dan memiliki tanah yang sangat bagus. “Semua ini memungkinkan kami menanam tanaman sepanjang tahun,” tambahnya.

Lebih dari 100 spesialis CATAS yang berkualifikasi tinggi sedang mengerjakan varietas beras baru dan produk pertanian lainnya. Mereka berusaha keras untuk menciptakan tanaman yang dapat tumbuh subur di hadapan gulma berbahaya, serangga dan penyakit yang dapat membunuh tanaman.

Hainan memainkan peran kunci dalam program produksi benih di Cina. Proyek pemuliaan yang dilakukan di provinsi itu setiap tahunnya menarik perhatian banyak organisasi penelitian, universitas dan perusahaan terkemuka.

Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, Cina Siapkan 'Silicon Valley' Pertanian
Teknologi Pintar Mampu Ubah Wajah Pertanian Cina

Wilayah itu didatangi oleh ribuan tenaga ahli dari berbagai daerah di Cina serta dari negara-negara lain. Perkembangan di Sanya juga erat kaitannya dengan pemulia tanaman terkemuka Cina, “Bapak Padi Hibrida" Yuan Longping yang secara teratur mengunjungi tempat itu di musim dingin selama 50 tahun terakhir.

Cina berencana mendirikan kompleks penelitian dan pengembangan produksi di pulau itu dalam beberapa tahun mendatang guna mempercepat pengembangan intensif pertanian di seluruh negeri. Melalui berbagai fasilitas yang ada di wilayah Zona Inovasi Yazhouwan, diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan ketahanan pangan Cina.

 

Video Terkait