Perangi Hama Tikus, Desa Ini Lakukan Sayembara Unik Berhadiah Uang

Sayembara berburu tikus. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 15 September 2021 | 18:20 WIB

Sariagri - Bertujuan menghambat ledakan populasi tikus yang kian merajalela di areal persawahan Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pihak pemeritah desa setempat menggelar sayembara berburu tikus.

Kegiatan ini sekaligus mengajak para petani agar menghindari penggunaan jebakan tikus beraliran listrik. Menurut PJ Kades Salamrejo, Bambang Dwi Putranto, sayembara berhadiah ini menitik beratkan pada upaya petani dalam memberantas hama tikus dengan cara yang lebih aman dan ramah lingkungan.

“Kami utamakan peserta yakni para petani yang melakukan pembasmian tikus dengan cara yang aman dan ramah lingkungan seperti gropyokan, pengasapan atau menembak menggunakan senapan angin. Dalam sayembara ini dilarang memakai kawat jebakan beraliran listrik karena berbahaya, “ ujar PJ Kades Salamrejo, Bambang Dwi Putranto kepada Sariagri, Rabu (15/9/2021).

Bambang menambahkan bagi warga maupun petani yang berhasil menangkap tikus dan menyetorkannnya ke pemerintah desa akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp1.000 per satu ekor tikus.

“Hadiah uang ini sebetulnya sebagai reward atau stimulus bagi petani dan warga yang berhasil menangkap kemudian menyetorkan tikus ke kantor desa. Tiap satu ekor tikus mendapatkan hadiah uang tunai Rp1.000 berlaku kelipatan, “ imbuhnya.

Adanya sayembara berburu tikus berhadiah uang ini memacu semangat tidak hanya petani lanjut usia, namun juga kawula muda turut ikut terjun ke sawah.

Salah satunya Luki Effendi, anggota Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) yang mau ketinggalan dalam berburu tikus di area persawahan. Hanya dalam tempo 6 jam saja, ia telah berhasil mendapatkan sedikitnya 60 ekor tikus.

Baca Juga: Perangi Hama Tikus, Desa Ini Lakukan Sayembara Unik Berhadiah Uang
Lahannya Diserang Jutaan Tikus, Begini Jeritan Hati Petani di Australia

“Senang sekali dari jam 6 pagi hingga 12 siang saya berhasil mendapatkan 60 ekor tikus. Tikus-tikus berukuran besar itu saya dapatkan di area jagung dan timun. Lumayan bisa mengasah ketrampilan menembak dengan sasaran tikus dan dapat hadiah uang, “ ujar Luki dengan senyum merekah.

Luki berharap sayembara perburuan tikus ini terus rutin digelar agar populasi tikus tidak semakin banyak.

“Kalau bisa lomba seperti ini rutin dilaksanakan. Bukan semata karena hadiahnya tapi kepedulian kita terhadap hasil produksi para petani akan semakin  diuji, seberapa kita aware dengan petani yang kerap kali gagal panen akibat hama tikus," pungkasnya.  

Video Terkait