Kisah Petani Asal Indonesia Magang Jadi Petani di Jepang, Kantongi Puluhan Juta per Bulan

Kisah petani Indonesia magang di Jepang, Zakaria Sidik. (YouTube)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 15 September 2021 | 16:30 WIB

Sariagri - Kisah menarik datang dari pemuda Indonesia yang berada di Jepang. Jika kebanyakan pemuda berkunjung ke negeri Sakura untuk menekuni profesi di dunia teknologi, tidak demikian dengan Zakaria Sidik. 

Pemuda asal Kalimantan Barat ini memilih untuk magang menjadi petani di Ibaraki Jepang. Bahkan, dia juga membagikan kesehariannya sebagai petani dalam channel Youtube yang diberi nama sesuai dengan nama aslinya. 

"Musim panen bisa mengantongi Rp 20-40 juta sebulan untuk di kebun dataran tinggi. Tapi nggak setiap bulan. Bulan 2, 3, 4, 9, 10, 11 ini sangat sibuk tapi sebanding dengan pendapatan," kata dia dikutip dari channel Zakaria Sidik, Rabu (15/9/2021). 

Walaupun memiliki penghasilan yang cukup besar, tetapi Zakaria mengaku tetap harus mengatur pengeluarannya secara cermat. Pasalnya, biaya hidup di Jepang memang lebih mahal dibanding di Indonesia. 

"(Karena di Jepang biaya hidup mahal) jadi saya mencoba mendisiplinkan diri untuk membagi gaji yang saya terima setiap bulan sesuai dengan plot-plotnya," kata dia. 

Ia mengaku cara itu mulai dilakukan saat memasuki bulan kesembilan tinggal di Jepang. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, Zakaria juga mengaku menyisakan gajinya untuk investasi agar saat pulang ke Indonesia sudah memiliki tabungan. 

Selain membagian masalah pendapatan, dalam beberapa videonya Zakaria juga keram membagikan momen saat dia memanen hasil pertanian di Jepang. 

"Kerja di kebun gini enak saat sudah masuk musim panen karena kerjanya enggak rekasa-rekasa amat kalau kata orang Jawa. Karena kita kerjanya panen dan pilihin cabe besar-besar sambil duduk," jelas dia. 

Kendati demikian, Zakaria mengaku tidak ingin menetap dalam waktu yang lama di Jepang. Rencananya, tahun ini dia akan kembali dan menetap di Indonesia. 

"Kalau dari aku pribadi, aku akan pulang dan cukup tiga tahun aja. Sekarang saya sedang menunggu vaksinasi aja dan enggak lama lagi saya pulang," pungkas dia. 

 

Video Terkait



Baca Juga: Kisah Petani Asal Indonesia Magang Jadi Petani di Jepang, Kantongi Puluhan Juta per Bulan
Kisah Jurnalis Pilih Pensiun Saat Pandemi dan Alih Profesi Jadi Petani