Beralih dari BBM ke Listrik, Rezeki Petani Bantul Kian Mengalir di Lahan Pasir

Kelompok Tani Pasir Makmur Bantul, DI Yogyakarta, berhasil memanfaatkan pasir sebagai media tanam. (Foto: Dok PLN)

Penulis: Yoyok, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 10 September 2021 | 16:30 WIB

Sariagri - Berawal dari keluhan tentang kondisi lahan yang mengandung pasir. Tak ada harapan untuk dijadikan lahan pertanian. Maklum, pasir bukanlah media tanam yang umum digunakan untuk pertanian karena karakteristiknya yang kering dan tidak menyimpan air.

Namun, di tangan Kelompok Tani Pasir Makmur Bantul, DI Yogyakarta, pasir berhasil mereka olah sebagai media tanam.

Keberhasilan ini tak lepas dari kreativitas Ketua Kelompok Tani Pasir Makmur, Sumarna. Berbekal pompa berbahan bakar minyak, ia bekerja ekstra mengairi tanaman cabai dan sayuran miliknya agar dapat tumbuh.

Kini, Sumarna bisa semakin efisien dengan usahanya bercocok tanam dan rezekinya jadi mengalir. Biaya penggunaan energi untuk pompa pengairan pun turun hingga 82 persen berkat PT PLN (Persero) yang hadir melalui Program Electrifying Agriculture “Super Panen”.

"Kami sangat mendambakan sekali kehadiran listrik PLN, karena sebelumnya biaya yang dikeluarkan sangat banyak. Apabila kami memakai pompa (BBM), untuk 1 hektar membutuhkan biaya Rp85 ribu sekali siram, sedangkan pakai listrik PLN biayanya Rp15 ribu," ujar Sumarna, kemarin.

Sumarna menambahkan, tak hanya penghematan biaya yang diperoleh. Dengan mengikuti program Electrifying Agriculture, para petani pun turut berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih hijau. Hal ini karena penggunaan listrik turut mengurangi emisi gas buang dan juga mengurangi polusi suara.

Selain itu, PLN juga telah menyambungkan  listrik kepada 95 petani lainnya di Pasir Makmur, Bantul, dengan total daya 134.300 VA. Ini merupakan salah satu upaya PLN untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui program Electrifying Agriculture.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, M Irwansyah Putra, mengatakan program Electrifying Agriculture merupakan bagian dari semangat transformasi PLN. Khususnya untuk memberikan pelayanan kelistrikan yang mudah, terjangkau dan andal untuk para pelaku usaha di bidang agrikultur.

Baca Juga: Beralih dari BBM ke Listrik, Rezeki Petani Bantul Kian Mengalir di Lahan Pasir
Warga Kampung Bebek, Atasi Banjir Hingga Produksi Sayur ke Pasar Modern

"Program ini bertujuan untuk membantu para petani mengembangkan usahanya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Kami senang melihat keberhasilan petani dalam mengelola sawah mereka dengan memakai listrik PLN,” tuturnya.

Irwansyah berharap, ke depan akan semakin banyak pelaku usaha di sektor pertanian yang beralih ke mesin atau peralatan berbasis listrik. 

Video Terkait