Studi: Penggunaan Hebisida Glifosat Ancam Ekosistem Air Tawar

Ilustrasi penyemprotan glifosat. (pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 8 September 2021 | 16:10 WIB

Sariagri - Para peneliti menemukan bahwa penggunaan herbisida glifosat dapat mengubah struktur komunitas bakteri dan zooplankton air tawar alami. Bahkan untuk zooplankton, konsentrasi air 0,1 mg/L glifosat sudah cukup untuk menyebabkan hilangnya keanekaragaman spesies zooplankton.

Herbisida glifosat adalah obat yang biasanya digunakan para petani untuk mengendalikan gulma, terutama di ladang jagung dan kedelai. Biasanya herbisida ini ditemukan pada produk dengan merk Roundup yang di beberapa negara masih digunakan. Penelitian ini sendiri mengambil sampel di kawasan Amerika Utara.

"Plankton membentuk fondasi rantai makanan di ekosistem air tawar, jadi sangat penting untuk memahami bagaimana komunitas plankton merespons pestisida yang digunakan secara luas,” kata Jesse Shapiro, Associate Professor di Departemen Mikrobiologi dan Imunologi, Universitas McGill, Quebec, Kanada.

Seperti dikutip dari phys.org, dalam studi ini, para peneliti menggunakan kolam percobaan 1.000 L yang diisi dengan air danau alami. Mereka mencatat respons komunitas bakteri, alga dan zooplankton terhadap keberadaan individu dan kelompok dari tiga bahan kimia yang biasa digunakan oleh petani di seluruh dunia, yakni herbisida glifosat, insektisida neonicotinoid imidacloprid (obat pengendali serangga penghisap) dan pupuk hara.

Baca Juga: Studi: Penggunaan Hebisida Glifosat Ancam Ekosistem Air Tawar
Soroti Irigasi Pertanian, Dirjen PSP Kementan: Harus Berjalan Baik



Hasil penelitian menunjukkan, glifosat memiliki pengaruh paling kuat terhadap struktur komunitas komunitas bakteri, alga dan zooplankton di antara bahan kimia pertanian yang lain.

"Kami menemukan bahwa ketika kami menerapkan pestisida dan pupuk sendiri dan dalam kombinasi pada berbagai konsentrasi, glifosat itu adalah pendorong paling berpengaruh dari struktur komunitas di antara bahan kimia pertanian," kata Andrew Gonzalez, Profesor di Departemen Biologi.

Video Terkait