Hanya dengan Air dan Toples, Ilmuwan Temukan Cara Cepat Uji Kesehatan Tanah Lahan Kering

Ilustrasni - Kesehatan tanah. (Pixnio)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 3 September 2021 | 14:00 WIB

Sariagri - Pengujian kesehatan tanah diperlukan dalam budidaya pertanian untuk mengukur sifat tanah yang dibutuhkan. Variabel agregasi tanah, aktivitas mikroba, kandungan nutrisi, salinitas, keasaman dan bahan organik tanah menjadi yang paling umum diuji sebelum penanaman.

Namun, pengujian kesehatan tanah memerlukan metode yang cukup sulit sehingga biayanya menjadi mahal. Padahal pengujian kesehatan tanah penting dalam praktik pengelolaan lahan pertanian agar lebih efisien. 

Studi terbaru yang dilakukan ilmuwan dari Agricultural Research Service's (ARS) Northern Plains Agricultural Research Laboratory dan Soil Health Institute menemukan metode tercepat dan murah untuk menguji kesehatan tanah, terutama di lahan kering.

Ilmuwan fokus pada indikator pengukuran gas karbon dioksida yang dilepaskan setelah membasahi tanah kering. Mereka menambahkan air ke sampel tanah kering dan tanah itu diinkubasi selama satu hari di dalam toples.

Karbon dioksida yang dilepaskan di dalam toples selama inkubasi menunjukkan aktivitas mikroba di dalam tanah. Semakin tinggi jumlah flush karbon dioksida, semakin sehat tanahnya.

Studi itu telah diterbitkan dalam Soil Science Society of America Journal. Ilmuwan Upendra M. Sainju bersama rekannya menggunakan metode itu pada sampel tanah yang dikumpulkan dari dua lokasi percobaan jangka panjang di lahan pertanian kering di wilayah Montana Timur.

Pengujian untuk mengidentifikasi indikator kesehatan tanah yang menjanjikan dan berhubungan dengan sebagian besar sifat tanah serta hasil panen sehingga dapat dengan mudah dan murah dilakukan petani. Sampel tanah diinkubasi selama satu hari dengan air dan sampel lainnya dengan larutan alkali diinkubasi selama empat hari.

“Mengukur kesehatan tanah bisa jadi sulit bagi petani. Tim kami mampu menyempurnakan metode inkubasi satu hari yang mewakili sebagian besar sifat fisik, kimia, biologi dan biokimia tanah saat bertani dalam kondisi semi kering,” jelasnya.

Setelah dibandingkan, metode inkubasi satu hari tidak hanya lebih cepat, tetapi juga akurat dibandingkan  metode empat hari dengan larutan alkali.

Baca Juga: Hanya dengan Air dan Toples, Ilmuwan Temukan Cara Cepat Uji Kesehatan Tanah Lahan Kering
Tak Banyak yang Tahu! Nematoda Ternyata Miliki Manfaat bagi Tanaman

Waktu inkubasi yang lebih singkat dan pencampuran tanah dengan air tanpa menggunakan bahan kimia membuat metode itu lebih praktis dan lebih murah bagi petani.

"Pengetahuan sangat penting untuk menjaga tanah sehat yang berdampak langsung pada panen tahunan, dan membutuhkan pengujian sederhana, lebih mudah, andal, dan murah untuk mengukurnya," kata Sainju dikutip phys.org.

Video terkait:

 

Video Terkait