Ilmuwan Ciptakan Ekstrak Bau Kepik untuk Kendalikan Hama Kutu Daun

Ilustrasi Hama Kutu. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 25 Agustus 2021 | 22:00 WIB

Sariagri - Kutu daun merupakan hama yang sangat merusak berbagai tanaman. Jumlah mereka yang sangat banyak, dan kemampuan untuk menularkan patogen tanaman serta peningkatan resistensi terhadap insektisida menjadi masalah terus-menerus bagi petani.

Di sisi lain, kutu daun ini merupakan makanan favorit bagi ladybug atau kumbang kecil atau orang biasa menyebutnya kepik, serangga yang menjadi "sahabat" petani sebagai sumber pengendalian hama yang berkelanjutan. Namun kepik mengeluarkan bau tertentu yang bisa dideteksi kutu daun dan serangga herbivora lain, sehingga mereka akan segera menjauhi ladang dan kebun jika mencium bau kepik di dekatnya.

Tidak hanya itu, paparan bau yang dikeluarkan oleh kepik juga dapat menyebabkan kutu daun memperlambat tingkat reproduksi mereka dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menumbuhkan sayap, agar mereka dapat terbang menghindari ancaman.

Berdasarkan hasil pengamatan perilaku hama tanaman dan predatornya ini, para peneliti mencoba menciptakan bau tertentu seperti yang dikeluarkan oleh kepik, sebagai cara untuk mengendalikan hama, demikian dikutip dari phys.org.

Ekstrak bau kepik

Tim peneliti ingin memastikan apakah bau khusus yang dikeluarkan kepik dapat secara langsung mengendalikan hama. Mereka mulai dengan mengidentifikasi dan mengekstrak profil bau yang mudah menguap dari kepik hidup menggunakan kromatografi gas—spektrometri massa. Teknik ini akan memisahkan dan memungkinkan identifikasi komponen senyawa individu dari bau kepik.

Untuk mengetahui senyawa mana yang akan ditanggapi kutu daun, para peneliti menghubungkan antena kutu daun hidup ke mesin electroantennogram (EAG), dan memaparkannya pada setiap individu bau yang dipancarkan kepik. Kekuatan reaksi kutu daun diukur berdasarkan sinyal yang ditangkap oleh mesin EAG.

Dari sekian banyak senyawa yang dikeluarkan kepik, kutu daun memiliki respons terkuat terhadap metoksipirazin, seperti isopropil metoksipirazin, isobutil metoksipirazin, dan sec-butil metoksipirazin.

Uji lapangan

Setelah senyawa diidentifikasi, para peneliti membuat campuran bau khusus yang dapat digunakan dalam diffuser minyak esensial yang akan menyebarkan aroma dari waktu ke waktu di taman atau ladang.

Tim peneliti selanjutnya akan melakukan uji lapangan terhadap diffuser aroma yang mereka ciptakan untuk melihat apakah efek bau pada kutu daun sesuai dengan apa yang mereka amati di laboratorium.

Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Ekstrak Bau Kepik untuk Kendalikan Hama Kutu Daun
Ini 4 Rahasia Mudah Membasmi Kutu Daun pada Tanaman Secara Aman dan Alami



Mereka juga ingin menentukan area penyebaran diffuser, dan melihat apakah diffuser aroma kepik ini dapat diterapkan pada hama dan predator lain, serta berbagai jenis tanaman. Para peneliti juga telah berkolaborasi dengan perusahaan manufaktur untuk merancang diffuser khusus untuk penggunaan komersial.

Penelitian ini dilakukan Sara Hermann, Ph.D dan Jessica Kansman, Ph.D., ilmuwan di Pennsylvania State University. Mereka telah mempresentasikan hasil mereka pada pertemuan musim gugur American Chemical Society (ACS). 

Video Terkait