Mengenal Akuaponik Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga dan Komersial

Ilustrasi - Sistem akuaponik (Commons Wikimedia)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 28 Juli 2021 | 17:30 WIB

SariAgri - Akuaponik adalah teknologi yang memadukan teknik bercocok tanam dan budidaya ikan pada lahan yang sempit. Sistem budidaya akuaponik dinilai dapat menjadi solusi ketahanan pangan baik skala rumah tangga maupun komersial.

"Sistem budidaya tanaman tersebut muncul karena adanya fenomena 'urban farming'," ujar Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Tatag Budiardi dalam webinar "Hidroponik dan Budikdamber sebagai Alternatif Pertanian pada Lahan Terbatas" melalui keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Menurut Tatag, akuaponik merupakan teknologi yang cocok digunakan untuk menanam ikan dan sayuran secara berkelanjutan.

"Teknik akuaponik dapat menghasilkan produksi ikan dan sayuran sebagai bahan pangan yang terkontrol proses produksinya dan kualitas yang baik," katanya.

Tatag menjelaskan prinsip kerja sistem akuaponik pada dasarnya menggunakan nutrisi (hara) yang ditambahkan ke sistem akuaponik seoptimal dan seefisien mungkin dengan menghasilkan dua produk yaitu ikan dan sayuran.

Sistem akuaponik memanfaatkan air secara hemat dan efisien untuk kegiatan produksi dengan memaksimalkan penggunaan lahan atau unit produksi. Komoditas ikan yang biasa dibudidayakan pada sistem ini biasanya ikan lele, nila, mujair, dan patin. Sementara tanaman sayuran yang diterapkan berupa kangkung, sawi dan caisim.

Baca Juga: Mengenal Akuaponik Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga dan Komersial
Ide Tanam Porang di Lorong Kota untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Dia mengatakan monitoring perlu dilakukan secara berkala dengan memperhatikan kondisi hara yang digunakan, kualitas air yang terjaga serta tingkat padat tebar ikan yang dibudidayakan.

"Budikdamber merupakan solusi yang sangat tepat untuk diterapkan pada lahan yang terbatas untuk melakukan produksi ikan dan sayuran pada waktu yang sama, tentunya dengan kontrol yang dijaga sehingga kualitas dan kuantitas yang dihasilkan memiliki nilai yang sangat baik," pungkasnya.

Video terkait:

Video Terkait