Melonjak, Ekspor Dedak Gandum Asal Cilegon Tembus Rp294 Miliar

Dedak gandum asal Cilegon diekspor ke sejumlah negara. (Kementan)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 27 Juli 2021 | 15:20 WIB

SariAgri - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilegon pada periode Januari-Juni 2021 telah memfasilitasi ekspor 58 ribu ton dedak gandum dengan nilai ekonomi mencapai Rp294 miliar. Ekspor dedak gandum itu dilakukan dalam 127 kali pengiriman.

Pencapaian ekspor itu meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020, di mana ekspor dedak gandum hanya 29 ribu ton atau senilai Rp115 miliar dengan frekuensi 112 kali pengiriman.

“Artinya kinerja ekspor pada volume komoditas dedak gandum dalam semester I naik 101 persen pada total volume ekspor. Jika dilihat dari nilai rupiahnya maka naik 154 persen," ujar Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi. 

Arum mengatakan Tiongkok merupakan negara tujuan utama dedek gandum asal Cilegon. Selain itu dedek gandum juga diminati beberapa negara lainnya di antaranya Vietnam, Thailand, Papua Nugini, Timur Leste dan Jepang. 

Baca Juga: Melonjak, Ekspor Dedak Gandum Asal Cilegon Tembus Rp294 Miliar
Indonesia Satu-satunya Negara Miliki 10 Komoditas Perkebunan Diminati Dunia

Dia menambahkan meski masih dalam masa pandemi COVID-19, wilayah kerjanya menunjukkan tren ekspor yang baik. Pihaknya akan terus meningkatkan protokol kesehatan agar kegiatan ekspor tidak terganggu dan tidak mengalami penolakan dari negara tujuan.

“Meski dunia sedang dalam pandemi COVID-19 namun kinerja ekspor asal industri Kota Cilegon masih menunjukkan tren yang baik. Dengan mematuhi protokol kesehatan Covid - 19, Pejabat Karantina Pertanian Cilegon akan terus melakukan pelayanan karantina. Hal ini kami lakukan untuk guna memfasilitasi ekspor agar terus lancar dan tidak mengalami penolakan,” pungkasnya.

Video terkait:

 

Video Terkait