Lahannya Diserang Jutaan Tikus, Begini Jeritan Hati Petani di Australia

Ilustrasi tikus (Pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 1 Juni 2021 | 16:30 WIB

SariAgri - Wabah tikus yang menyerang Australia telah menimbulkan kerugian besar dikalangan petani. Norman Moeris, salah satu petani di New South Wales terpaksa harus menanggung kerugian ratusan ribu dollar karena rusaknya tanaman.

Moeris adalah salah satu dari ribuan petani di beberapa negara bagian New South Wales, Queensland dan Victoria yang merasakan dampak wabah tikus. Hama tersebut tidak saja merusak tanaman dan menggerogoti peralatan pertanian dan peralatan rumah tangga, tapi juga menyebabkan pemadaman listrik dan menyerbu supermarket.

"Biji-bijian ini di sini, tikus baru saja merusaknya. (Kami) mungkin hanya akan menggali lubang dan menguburnya," kata Moeris sambil menunjukan gerombolan tikus dengan mengangkat terpal pelindung yang menutupi hasil panen biji-bijiannya 

Bagi Moeris dan petani lainnya, serangan wabah tikus sangat memilukan, serangan ini diduga akibat hujan lebat dalam beberapa bulan terakhir yang telah mengurangi kekeringan terburuk di negara itu dalam beberapa tahun.

Cuaca basah tidak hanya membantu menghasilkan panen biji-bijian terbesar yang pernah ada di Australia, tetapi juga menyediakan makanan yang cukup bagi tikus, memicu siklus reproduksinya yang cepat.

Moeris menanam gandum, barley, oat dan buncis, serta memelihara 900 domba merino di lahan seluas 2.800 hektare di pertaniannya dekat Gilgandra, sekitar 430 km (267 mil) barat laut Sydney.

Akibat wabah tikus, pria berusia 65 tahun itu mengaku telah kehilangan gandum senilai 130.000 dolar. Meskipun perimeter perangkap tikus telah dipasang di sekitar areal padang dan rumah, tikus tetap berdatangan.

"Hanya saja, setelah kemarau panjang, itu masalah terbesar. Kami sudah berlutut, kami bangun sedikit, sekarang kami kembali berlutut bersama tikus," ujarnya.

Baca Juga: Lahannya Diserang Jutaan Tikus, Begini Jeritan Hati Petani di Australia
Anjing Tanah! Hama yang Menyerang Fase Awal Padi

Untuk membasmi hama tikus ini, pemerintah negara bagian New South Wales awal bulan ini telah menawarkan umpan gratis kepada petani. Tetapi mereka menolak seruan dari beberapa orang untuk mengizinkan penggunaan bromadiolon, racun yang saat ini dilarang di Australia. Beberapa petani dan pemerhati lingkungan telah memperingatkan konsekuensi yang tidak diinginkan terhadap hewan asli dari penggunaannya.

"Apa yang kami kerjakan? lakukan lagi musim semi tahun depan, mudah-mudahan lancar semua. Kami akan melakukannya lagi, tikus akan kembali dalam beberapa tahun lagi dan kami mungkin akan melakukannya lagi. Itulah kehidupan Australia," curhat Moeris yang tidak punya pilihan selain terus bertahan.

Video Terkait