Lagi, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Kawat Listrik Jebakan Hama Tikus

Petani tersetrum jebakan listrik yang dia pasang. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Kamis, 20 Mei 2021 | 17:30 WIB

SariAgri - Daftar panjang kematian petani akibat tersengat listrik dari kawat jebakan tikus di sawah kembali bertambah. Kali ini menimpa Sutoyo (54 tahun) seorang petani warga Desa Mangunharjo Kecamatan Kota Ngawi, Jawa Timur.

Sutoyo ditemukan tergeletak di pematang sawah miliknya oleh sang istri yang telah sejak sore mencari keberadaan suaminya karena tak pulang dari sawah sejak pagi. Mendapat laporan istri korban, perangkat desa dan petugas kepolisian setempat bergegas mendatangi lokasi kejadian.

“dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) korban tewas diduga akibat tersengat listrik untuk hama tikus yang ia pasang sendiri. Saat kami temukan bersama petugas kepolisian, posisi tangan korban masih terlilit kawat dan punggungnya juga terkena sengatan kawat listrik,“  Kepala Desa Mangunharjo, Suprapto kepada SariAgri, Rabu (19/5).

Sebagian kawat yang terpasang di sawah milik korban, langsung diamankan polisi sebagai barang bukti. Kawat tersebut sengaja dipasang korban dengan dialiri listrik dari sambungan PLN untuk jebakan hama tikus di sawah.

Baca Juga: Lagi, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Kawat Listrik Jebakan Hama Tikus
Israel Rusak Lahan Pertanian di Gaza dengan Semprotan Racun Berbahaya



Sementara itu, Sudadiyanto, tetangga korban menuturkan kejadian berawal saat korban memasang jebakan hama tikus di sawah miliknya. Namun hingga sore hari korban tak kunjung pulang ke rumah.

“Dari sejak pagi kata kati istrinya, korban ini memasang patokan kayu yang dililiti kawat memutar di sepanjang sawah miliknya. Karena tak kunjung pulang hingga maghrib, kati menyusul dan melakukan pencarian ke sawah. Istrinya kemudian terkejut menemukan suaminya sudah tergeletak di pematang sawah dalam kondisi tangan dan punggung terkena setrum kawat jebakan tikus, “ papar Sudadiyanto.

Dari hasil pemeriksaan petugas forensik Polres Ngawi, korban dinyatakan meninggal akibat murni kecelakaan sengatan listrik dari kawat jebakan tikus yang dipasangnya sendiri. Kepada warga, polisi mengingatkan agar para petani tidak lagi memasang kawat jebakan listrik untuk memerangi hama tikus di sawah karena bisa mengancam keselamatan nyawa diri sendiri dan orang lain.

“Sudah berulang kali, kami ingatkan agar para petani memilih cara yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam memerangi hama tikus di sawah, seperti perangkap tikus atau burung hantu. Kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan lagi memasang kawat listrik karena  penggunaan alat ini sudah dilarang. Bisa menelan korban jiwa. Dari Januari hingga Mei ini sudah ada empat orang petani di wilayah ini yang tewas akibat tersengat listrik jebakan tikus,“ kata Kapolsek Ngawi AKP Khristanto Widhy Nugroho.

Video Terkait