Genjot Produktivitas Pertanian, Jabar Dorong Kemampuan Penyuluh Pertanian

Ilustrasi penyuluh pertanian (Foto: BPPSDMP Kementan)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Rabu, 14 April 2021 | 10:30 WIB

SariAgri -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong para penyuluh pertanian untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Pasalnya, penyuluh pertanian ini  memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas pertanian di Jawa Barat. Penyuluh berada di garis depan yang mendampingi petani.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penyuluh  adalah dengan menggelar pelatihan metode pengembangan usaha tani pascacovid oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinas PTH) Jabar.

Kepala Dinas PTH Jabar Dadan Hidayat mengatakan, pandemi COVID-19 memaksa penyuluh pertanian untuk berinovasi dan mengembangkan kapasitas secara berbeda. 

"Ini sebagai upaya untuk peningkatan akselerasi penyuluhan pada petani binaan hingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan bisa mewujudkan Jabar Juara Lahir dan Batin," kata Dadan. 

Berdasarkan data Dinas PTH, jumlah penyuluh di Jabar saat ini mencapai 6.136 orang. Dadan menyatakan, penyuluh pertanian memiliki peran dalam mendukung program utama pembangunan pertanian.

"Seperti swasembada yang berkelanjutan, diversifikasi pangan, dan peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor produk pertanian, serta tidak kalah penting lagi peningkatan kesejahteraan petani," tuturnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pertanian, Jabar Dorong Kemampuan Penyuluh Pertanian
Inovasi Teknologi dalam Pertanian Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Lahan

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas PTH Jabar Guntur Santoso melaporkan, penyuluh yang mengikuti pelatihan tersebut dapat menularkan ilmu yang didapat kepada penyuluh lainnya di kabupaten/kota masing-masing. Jadi pelatihan ini dibuat terbatas, tetapi dapat ditularkan ke penyuluh-penyuluh lain.

"Setiap kabupaten/kota diwakili oleh dua penyuluh untuk menghindari kerumunan dalam pelatihan tersebut. Kami harapkan kebutuhan keterampilan personal dan keahlian penyuluh Jawa Barat mampu mengimbangi sasaran produksi yang menjadi  tuntutan pasar sehingga mempunyai nilai jual," ucap Guntur.

Video Terkait