Program Petani Milenial Dimulai, Bank Indonesia Ambil Bagian

BI Wilayah Jabar dukung Petani Milenial salah satunya dengan pengembangan ekonomi pesantren dan perluasan digitalisasi ekosistem (Dok. BI)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Senin, 29 Maret 2021 | 10:00 WIB

SariAgri - Bank Indonesia wilayah Jawa Barat bekerja sama dengan sejumlah pihak lainnya turut ambil bagian untuk mendukung program 'Petani Milenial', yang secara resmi sudah diluncurkan pada Jumat (26/3) pekan lalu.

Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Herawanto menjelaskan, pihaknya mendukung upaya Pemprov Jawa Barat ini dengan mempertimbangkan sisi strategis program Petani Milenial, terutama yang selaras dengan tugas pengendalian inflasi, program pengembangan ekonomi dan UMKM.

Hal tersebut, kata dia, termasuk pengembangan ekonomi pesantren dan perluasan digitalisasi ekosistem yang telah dan akan dilakukan Bank Indonesia, baik di masa pandemi maupun di masa pasca pandemi COVID-19.

"Bank Indonesia wilayah Jawa Barat termasuk dalam hal ini Bank Indonesia Cirebon dan Tasikmalaya, mendukung program Petani Milenial Jawa Barat dapat berhasil," kata Herwanto dalam keterangan resmi yang diterima SariAgri.

Bentuk dukungan ini, lanjut dia diterapkan melalui beberapa model bisnis digital farming yang mulai dikembangkan oleh pondok pesantren mitra Bank Indonesia. Contohnya seperti di Pondok Pesantren Al-Mizan dan Pondok Pesantren Al-Kautsar. Model bisnis digital farming ini tentunya dapat disinergikan dengan program Petani Milenial.

"Program Petani Milenial ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas dan mendorong peningkatan aktivitas sektor pertanian, sebagai salah satu sektor utama di Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya juga telah  melebarkan sayap dukungan ke lingkungan pondok pesantren. Mereka berharap, semakin banyak penciptaan petani milenial di masyarakat, mampu memacu dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi terutama saat pandemi Covid-19.

“Dukungan ini mempertimbangkan sisi strategis program Petani Milenial selaras dengan tugas pengendalian inflasi, program pengembangan ekonomi dan UMKM,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, Darjana.

Menurut Darjana, hingga kini Pertanian merupakan sektor unggulan yang mendominasi pangsa PDRB Priangan Timur dengan kontribusi sebesar 24,83 persen. Untuk itu, BI memiliki tugas mempertahankan pertumbuhan dengan menciptakan peluang kerja di sektor pertanian.

Bank Indonesia ikut mengembangkan  ekonomi pesantren dan perluasan digitalisasi ekosistem di Tasikmalaya (Dok BI)
Bank Indonesia ikut mengembangkan ekonomi pesantren dan perluasan digitalisasi ekosistem di Tasikmalaya (Dok BI)

Selain di Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dukungan BI untuk menciptakan petani milenial di lingkungan pesantren, berlangsung di Pondok Pesantren Quranic Science Boarding School Al Kautsar 561. Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan dukungan ini, Darjana berharap mampu mendorong kalangan milenial untuk melanjutkan regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jawa Barat. “Kami yakin mereka memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas,” kata dia.

Baca Juga: Program Petani Milenial Dimulai, Bank Indonesia Ambil Bagian
Program Petani Milenial Tawarkan 50 ribu Pekerjaan Baru

Darjana menambahkan, berdasarkan data Februari 2021, kredit perbankan yang disalurkan pada sektor pertanian di Priangan Timur mencapai Rp 608 Miliar, meningkat 1,2 persen (mtm) dibandingkan Januari 2021 yang mencapai Rp 598 Miliar.

Khusus Desember 2020 kredit sektor pertanian di Priangan Timur mencapai Rp 577 Miliar atau 45,08 persen (yoy) dibandingkan Desember 2019 mencapai Rp 398 Milyar. “Kondisi ini memperlihatkan potensi sektor pertanian yang terus menggeliat, bahkan di masa pandemik,” kata dia.