Tim GSGP ke Sumsel Targetkan Serap 95.455 Ton Gabah

Ilustrasi Pertanian Padi. (Pixabay/ Wee Yu Chwern)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 22 Maret 2021 | 22:50 WIB

SariAgri - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui surat Gubernur kepada Menteri Pertanian menyatakan telah melaksanakan beberapa upaya yaitu program beras Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peningkatan penyerapan gabah oleh Bulog. Program beras ASN akan menyerap 5.180 ton gabah kering giling (GKG) per tahun.

Target penyerapan Bulog 95.455 ton GKG dari total kapasitas gudang yang mencapai 136.350 ton GKG. Kemampuan serapan hingga akhir April diperkirakan 65.448 ton. Saat ini, Bulog telah menyerap GKG petani 20.452,5 ton GKG atau sekitar 30 persen dari target.
Menurut Ninik Laswiati, perwakilan Bulog Sumsel, rata-rata Bulog membeli gabah petani sebanyak 500 ton per minggu.

Ahmad, petani penerima bantuan pemerintah mengungkapkan bantuan mesin pengering padi (vertical dryer) sangat membantu petani untuk memperoleh pengeringan gabah yang maksimal sehingga memperpanjang umur simpan gabah. Beberapa petani mensiasati harga gabah yang rendah dengan menahan penjualan hasil produksinya.

Petani yang mempunyai modal menyimpan GKG sampai harga di pasaran menguntungkan mereka. Petani yang tidak memiliki modal untuk pertanaman berikutnya serta tergantung pada penjualan GKG, diarahkan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk digunakan sebagai modal pada pertanaman berikutnya.

“Namun begitu, dukungan Bulog terhadap penyerapan gabah petani tetap diperlukan untuk mengatasi harga gabah yang rendah di pasaran,” ujar Ahmad di Palembang, Senin (22/3/2021).

Potensi panen wilayah Sumsel bulan Maret-April 2021 sebesar 173.555 hektare dengan potensi produksi 863.437 ton GKG. Memasuki panen raya, harga jual gabah di beberapa kabupaten khususnya Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir mengalami penurunan.

Harga jual gabah di daerah itu jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan melalui Permendag Nomor 24 Tahun 2020. Harga GKG pada ketiga wilayah tersebut berkisar antara Rp3.000 – Rp3.500.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan di masa panen raya, pemerintah berupaya mengamankan produksi padi dari sisi kualitas dan kuantitas.

Kementan ingin semua pihak menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi atau stok beras nasional dan harga pada saat musim panen raya padi dengan menggerakan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) yang bermitra dengan penggilingan kecil dan Bulog.

"Kostraling dan Bulog adalah salah satu pihak yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan khususnya beras, maka pengelolaan yang profesional menjadi kunci keberhasilannya. Tapi tidak hanya Kostraling dan Bulog, kini RNI holding juga akan ikut menyerap gabah petani," jelasnya.

Baca Juga: Tim GSGP ke Sumsel Targetkan Serap 95.455 Ton Gabah
Upaya Kementan Hadapi Puncak Panen Raya Padi Agar Harga Tak Anjlok

Sebelumnya Tim GSGP secara terpadu bersama Kostraling, Pemda dan Bulog, kegiatan serap gabah petani sudah bergerak ke Banten untuk menyerap 53.000 ton gabah, Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000 ton, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 15.000 ton, Boyolali 24.092 ton, Grobogan 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton dan Maros 2.000 ton dan Barru 500 ton.

Untuk Dompu tahun ini ditargetkan 45.892 ton, realisasi serap Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu 750 ton dan beberapa kabupaten lainnya.

Video Terkait