Serangan Hama Wereng Meluas, Petani di Magetan Resah

Petani menyemprotkan pestisida untuk menghalau hama. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Selasa, 16 Maret 2021 | 15:30 WIB

SariAgri - Puluhan hektare tanaman padi siap panen di Desa Maron Kabupaten Magetan Jawa Timur rusak akibat diserang hama wereng cokelat. Hama wereng menyerang tangkai bawah padi hingga bagian atas tanaman. Akibatnya tanaman padi cepat mengering, layu dan mati.

Bahkan serangan hama wereng ini membuat hampir semua bulir padi tidak terisi atau puso. Keadaan ini menyebabkan para petani resah.

Salah satunya dirasakan  Totok Waluyo, petani padi Desa Maron. Meski mengaku sudah melakukan penyemprotan insektisida ke tanaman padi hingga dua kali. Namun upayanya tidak membuahkan hasil.

“Hama wereng coklat pertama menyerang dari tangkai bagian bawah, lalu batang tengah hingga atas. Akibatnya tanaman padi siap panen punya saya menguning, keropos, layu dan mati. Sedangkan bulir padi puso kering tanpa isi,“ ujar Totok kepada SariAgri, Selasa (16/3).

Baca Juga: Serangan Hama Wereng Meluas, Petani di Magetan Resah
Antisipasi Hama, Babinsa Bantu Petani Jaga Kesuburan Tanaman Padi



Sementara itu, Kepala Desa Maron, Didik Agus Wahyudi mengatakan di wilayahnya ada kurang lebih 75 hektare lahan persawahan yang ditanami padi. Dari total lahan tersebut 70 persen diserang hama wereng. 

Meski sudah dilakukan upaya pembasmian, namun para petani di desanya sangat kewalahan karena berkembang biak hama wereng sangat cepat.

“Serangan hama wereng cokelat ini sangat cepat sekali, ditandai dengan batang padi menjadi menguning layu dan besoknya sudah seperti gosong atau hangus terbakar. Kalau tidak cepat diatasi, semisal menyerang luas area satu meter persegi, besok pagi dilihat sudah meluas dua hingga tiga meter persegi,“ ujar Didik.

Didik menyebutkan pihaknya sudah melaporkan serangan hama ini ke petugas dari dinas tanaman pangan holtikultura perkebunan dan ketahanan pangan setempat.

“Sudah ada petugas yang datang ke desa kami dan memberi obat. Namun serangan hama wereng ini sudah terlanjur meluas sehingga sulit tertangani. Akibat kondisi ini, petani di sini terancam gagal panen dan dipastikan merugi ratusan juta rupiah,“ pungkasnya.

Video Terkait