'Agro Solution' Pupuk Kaltim Bikin Petani Sejahtera

Program agro-solution Pupuk Kaltim meningkatkan produktivitas petani

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 10 Maret 2021 | 15:20 WIB

SariAgri -Produsen pupuk urea terbesar di Indonesia, PT Pupuk Kaltim mengembangkan program Agro-Solution guna meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani. Program ini, antara lain berkolaborasi dengan offtaker, saling berbagi pengalaman, dan memanfaatkan teknologi dalam memenuhi kebutuhan primer berupa pangan.

“Meskipun ada sederet tantangan yang muncul di tengah pandemi, kita harus terus memunculkan berbagai kesempatan dan inovasi baru yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional. Di Pupuk Kaltim, salah satu upaya yang kami lakukan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan  meningkatkan produktivitas melalui program kami yang disebut Agro-Solution,” kata  Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi di Jakarta, Rabu (10/3).

Dijelaskan, dengan memperhatikan unsur masyarakat, lingkungan, dan ekonomi, Pupuk Kaltim senantiasa melakukan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian secara berkelanjutan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang lebih baik.

Selain inovasi pemberdayaan petani, Pupuk Kaltim juga mengembangkan beberapa inovasi yang bisa diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan sebuah negara, seperti diversifikasi bahan pangan,  optimalisasi lahan sawah melalui metode pertanian pola pertanian terpadu (integrated farming), dan implementasi teknologi berbasis industri 4.0.

Terkait diversifikasi bahan pangan, Rahmad menjelaskan bertujuan untuk mengantisipasi krisis, menyediakan pangan alternatif selain beras, menggerakkan ekonomi, dan mewujudkan sumber daya manusia yang sehat. “Adanya diversifikasi bahkan dapat memperbaiki kualitas tanah dan mengurangi hama dan penyakit,” jelasnya.

Sedangkan metode pertanian pola integrated farming adalah konsep peningkatan pendapatan ekonomi lahan yang berbasis lingkungan dan berkelanjutan, serta mengintegrasikan pertanian dan peternakan.

“Konsepnya sendiri merupakan zero waste, yakni meminimalisir penggunaan eksternal dan memanfaatkan secara maksimal potensi yang dimiliki. Model pertanian ini merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan produksi dan secara holistiknya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” papar Rahmad.

Rahmad menegaskan, semua sektor termasuk pertanian tak luput dari revolusi industri 4.0 yang menerapkan pertanian modern untuk tercapainya efisiensi. Salah satu negara yang terkenal aktif mengimplementasikan konsep ini adalah negara-negara di Eropa. Salah satu contohnya melalui penerapan teknologi mutakhir seperti robot yang merawat ladang secara mandiri dan mesin otomatis untuk memerah susu sapi. “Upaya ini tentu mampu meningkatkan hasil kualitas dan efisiensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada,” katanya.

Baca Juga: 'Agro Solution' Pupuk Kaltim Bikin Petani Sejahtera
Kementan Kukuhkan Empat Profesor Riset Baru

Implementasi teknologi berbasis industri 4.0 ini rupanya juga telah diimplementasikan oleh Pupuk Kaltim. “Kami telah mengimplementasikan teknologi berbasis industri 4.0 tersebut di seluruh lini perusahaan, mulai dari Smart Operation, Smart Maintenance, Smart Distribution, hingga Digital Performance Management System,” ujar Rahmad.

Untuk memaksimalkan inovasi, Pupuk Kaltim juga bekerja sama dengan berbagai institusi dan lembaga pendidikan maupun riset di Indonesia untuk berbagai terobosan berbasis digital. “Diharapkan seluruh inovasi yang dikembangkan akan berdampak pada efisiensi,” jelas Rahmad.

Video Terkait