Pasca Banjir, Puluhan Ribu Hektar Padi Terancam Puso

Areal persawahan di Kabupaten Banyumas terendam banjir dan lumpur. (Foto: Sariagri/Pena Zun)

Editor: M Kautsar - Jumat, 26 Februari 2021 | 13:20 WIB

SariAgri - Puluhan hektar tanaman padi di Banyumas Jawa Tengah kini terancam puso, menyusul areal sawah yang terendam banjir. Beberapa lokasi terparah di Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Rawalo dan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Selain lahan sawah yang terendam air dan lumpur, waduk irigasi juga jebol. Kondisi ini membuat sawah para petani tak bisa dialiri air.

"Di wilayah Sumpiuh saja ada 20 hektare sawah yang terendam air dan lumpur. Akibatnya tahun ini kami nggak bisa tanam padi," ujar Risdam, 43 tahun, petani asal Sumpiuh, Jumat (26/02).

Berbanding terbalik, beberapa wilayah di Kecamatan Rawalo dan Ajibarang,  justru tak bisa mendapat pasokan air karena waduk irigasi jebol. 

"Kalau waduk tak diperbaiki, otomatis di sepanjang irigasi ini sawah tak mendapatkan pasokan air. Padahal padi sedang berbuah. Jelas kami gagal panen," ujar Saeun, 48 tahun, petani asal Ajibarang, Banyumas.

Kepala Dinas Pertanian (Dipertan) Kabupaten Banyumas, Joko Budi Santosa menuturkan,  wilayah Sumpiuh dan Tambak sudah langganan banjir. Tahun ini sekitar 30 hektar sawah di wilayah itu tak bisa ditanami padi. 

"Jumlah ini masih tergolong lebih sedikit ketimbang tahun lalu. Hanya saja kerusakan lebih parah, karena areal sawah ini tertutup lumpur sehingga terjadi pendangkalan" ujar Joko.

Selain sawah, lahan pertanian seperti palawija juga banyak yang terendam. Seperti di daerah Rawalo, Kebasen dan Kemranjen.

Menurut Joko, secara geografis areal persawahan di Sumpiuh dan Tambak memang dikelilingi sejumlah sungai, sehingga saat banjir dan irigasi tak bisa menampung banjir, air kemudian meluap ke areal persawahan.

Ditempat terpisah, anggota DPRD Jawa Tengah daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap, Sidi, mengatakan, pihaknya sedang mendorong eksekutif untuk segera memperbaiki infrastruktur di wilayah pertanian.

"Kita mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur, seperti banyaknya waduk dan saluran irigasi yang rusak," ujar Sidi.

Video Terkait