Anti Ribet! Begini 7 Cara Budidaya Temulawak

Ilustrasi Temulawak (Foter)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 19 Februari 2021 | 20:20 WIB

SariAgri - Temulawak atau Curcuma zanthorrhiza merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang sangat populer di Indonesia. Temulawak sering diolah menjadi obat tradisional dengan berbagai manfaat.

Bagian yang dimanfaatkan dari temulawak adalah rimpang temulawak. Rimpang ini mengandung minyak atsiri, pati, protein, lemak, selulosa dan mineral.

Manfaat dari rimpang temulawak adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolseterol, anemia, antioskdisan, anti mikroba dan pencegah kanker.

Oleh karena itu, dari banyaknya manfaat temulawak bagi kesehatan, maka diperlukan budidaya yang tepat untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Mengutip dari laman Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Begini 7 cara budidaya Temulawak:

1. Temulawak dapat dibudidayakan melalui rimpang yang sudah berumur 10 bulan dan memiliki 2 hingga 3 tunas, baik dari rimpang induk maupun rimpang anakan.

2. Bila benih dari rimpang induk, maka harus dipotong membujur 2 hingga 3 mata tunas.

3. Potongan rimpang disemaikan diatas tanah  gembur atau tanah beralas jerami, agar cepat bertunas.

4. Setelah 2 hinga 4 minggu persemaian, rimpang yang memilki 2 tunas dipindahkan ke lahan atau wadah pot.



5. Pemupukan dilakukan pada saat pengolahan lahan dengan pupuk dasar sebanyak 1 hingga 2 kg lubang tanam per pot atau polybag.

Baca Juga: Anti Ribet! Begini 7 Cara Budidaya Temulawak
Mengenal Merica Aleppo Serta Manfaat Kesehatannya



6. Pemeliharaan dilakukan dengan cara mengganti bibit yang tidaktumbuh, menyiram tanaman pada masa pertumbuhan dan penyiangan untuk membersihkan gulma.

7. Rimpang temulawak siap dipanen ketika semua daun dan batang sudang menguning dan mengering. Umumnya, panen pada umur tanaman 9 hingga 10 bulan.

Video Terkait