5 Cara Mencegah Serangan Ulat Grayak pada Tanaman Jagung

Ilustrasi Ulat Grayak (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Senin, 15 Februari 2021 | 19:50 WIB

SariAgri - Fall Armyworm (FAW) atau ulat grayak merupakan serangga asli daerah tropis dari Amerika Serikat hingga Argentina. Larva FAW dapat menyerang lebih dari 80 spesies tanaman, seperti jagung, padi, sorgum, jewawut, tebu, sayuran, dan kapas.

FAW dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang signifikan apabila tidak ditangani dengan baik. Hama ini memiliki beberapa generasi per tahun, ngengatnya dapat terbang hingga 100 km dalam satu malam.

Ulat grayak pada umumnya memakan bagian daun tanaman jagung. Terkadang hama ini juga menyerang bagian tongkol.
 
Berikut ini cara pencegahan serangan ulat grayak, dikutip dari artikel Hama Baru Pada Tanaman Jagung di Indonesia, Kementerian Pertanian:

1. Benih dan Varietas

Penggunaan benih hendaknya memiliki daya kecambah yang baik dan bebas dari penyakit dan Varietas tahan juga bisa menjadi solusi.

2. Waktu Tanam

Hindari waktu penanaman yang tidak seragam pada satu lahan. Hal ini akan menyebabkan terus tersedianya inang dan makanan yang disukai seperti tanaman jagung muda.

3. Kondisi Tanah

Tanah penting diperhatikan untuk mendukung petumbuhan yang sehat. Penggunaan pupuk anorganik yang tidak seimbang akan meningkatkan intensitas serangan FAW

4. Keanekaragaman Jenis Tanaman

Aspek ini penting untuk mencegah serangan hama ulat grayak. Metode tumpangsari efektif untuk mengendalian hama tersebut.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Serangan Ulat Grayak pada Tanaman Jagung
Tingkatkan Produksi, Begini Cara Pengendalian Hama Tanaman Kelapa



5. Monitoring

Petani harus berkunjung ke lahan untuk mengamati, mempeajari dan mengambil tindakan. Monitoring dilkakukan saat satu minggu setelah tanam dan minimal seminggu sekali.

Video Terkait