Sambut Musim Tanam 2021, Stok dan Distribusi Pupuk Non Subsidi Diperkuat

Gudang pupuk di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Foto: Sariagri/Arief L)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Redaksi Sariagri - Selasa, 2 Februari 2021 | 10:30 WIB

SariAgri -  PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong distributor untuk meningkatkan stok pupuk non subsidi di kios-kios. Hal ini untuk mengantisipasi tingginya permintaan pupuk dari petani menghadapi musim tanam awal tahun 2021.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal mengungkapkan pihaknya telah memerintahkan untuk menambah stok pupuk non subsidi di kios-kios, terutama di daerah yang serapan kebutuhan pupuknya sangat tinggi serta untuk mengakomodir kebutuhan petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK.

“Karena permintaan jauh lebih tinggi daripada alokasi, dan adanya mekanisme yang mungkin belum bisa diikuti sejumlah petani, tentunya ada keterbatasan dalam hal pemenuhan pupuk subsidi. Kami berharap, melalui pengenalan pupuk non subsidi ini petani tetap bisa memenuhi kebutuhannya," kata Gusrizal kemarin.

Data survei pertanian antar sensus BPS menyebutkan masih terdapat 5,6 juta petani yang belum tergabung dalam kelompok tani dan tidak terdaftar dalam e-RDKK.

“Sesuai Permentan Nomor 49, kami hanya bisa melayani mereka yang terdaftar dan mengikuti mekanisme yang berlaku," jelas Gusrizal.

Saat ini stok nasional untuk pupuk non subsidi di lini III atau di gudang kabupaten mencapai 184.594 ton. Dia mengatakan pihaknya terus mengupayakan agar sebaran ketersediaan pupuk non subsidi bisa merata.

"Saat ini stok terbanyak berada di daerah yang memang kebutuhannya sangat tinggi, antara lain Jabar, Jateng, Jatim dan Sulsel," katanya.

Secara keseluruhan, stok pupuk non subsidi Pupuk Indonesia Grup di lini I atau gudang produsen masih sangat memadai sehingga tinggal mendorong distribusi agar bisa segera sampai ke level kabupaten dan kios-kios.

Berita Pertanian - Baca Juga: Teknologi Pertanian Pintar Dikembangkan untuk Tekan Biaya Produksi
Tren Tanaman Hias Janda Bolong Diprediksi Tak Akan Lama

Gusrizal menegaskan pemenuhan kebutuhan pupuk ke sektor tanaman pangan menjadi prioritas perusahaan. Dia mengakui harga pupuk non subsidi lebih tinggi namun petani memiliki pilihan yang lebih beragam sesuai dengan jenis tanaman dan kondisi lahan. Sedangkan pupuk subsidi komposisinya seragam.

“Secara kualitas sama, tapi komposisi dan formulanya, terutama untuk jenis NPK, terdiri dari banyak pilihan sehingga bisa lebih sesuai dengan kebutuhan tanaman dan produktivitas bisa lebih meningkat," kata Gusrizal,.

Karena itu, Pupuk Indonesia Grup gencar memperkenalkan produk non subsidi kepada petani melalui berbagai program, mulai dari One Day Promo, program Agro Solution dan juga program Customer Centric.

Baca Juga: Sambut Musim Tanam 2021, Stok dan Distribusi Pupuk Non Subsidi Diperkuat
Akurasi Data Dorong Realisasi Program Hilirisasi Hasil Produksi Pertanian

Sesuai Permentan Nomor 49 tahun 2020, pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang telah tergabung dalam kelompok tani, mendaftar dalam e-RDKK dan di daerah tertentu, memiliki Kartu Tani. Dosis yang bisa ditebus petani telah ditentukan berdasarkan alokasi dan rekomendasi Dinas Pertanian.

Salah satu upaya Pupuk Indonesia mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi dengan memperkenalkan program Agro Solution di sejumlah daerah seperti Jember, Banyuwangi, Lombok, Gorontalo, Bangka Belitung dan lainnya. Tujuan program pendampingan petani ini meningkatkan daya beli dan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas pertanian dengan mengandalkan produk non subsidi.

Video Terkait