CROWDE Targetkan 100.000 Petani yang Terdigitalisasi pada 2021

ROWDE optimis memiliki target untuk mendigitalisasi 100.000 petani di Indonesia pada tahun 2021. (Foto: Istimewa)

Penulis: M Kautsar, Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 21 Januari 2021 | 18:00 WIB

SariAgri - Startup tekfin, CROWDE menargetkan pada 2021 terdapat 100.000 petani yang terdigitalilasi dalam menjalankan usaha pertaniannya sehingga usaha mereka dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan hidup petani.

Pemanfaatan teknologi bisa menjadi salah satu solusi untuk petani bertahan di masa pandemi. Ekosistem pertanian yang berkelanjutan dari hulu ke hilir sangat bergantung pada teknologi sehingga para petani harus menguasainya.

Di masa pandemi, CROWDE pun berusaha menyesuaikan diri, salah satunya dengan menjamin harga jual yang wajar untuk setiap hasil produksi petani dan secara opsional membeli hasil panen petani yang tidak terserap maksimal oleh sembilan institusional off-taker yang telah bekerja sama dengan CROWDE.

Tercatat pada bulan Oktober hingga November 2020, CROWDE berhasil menyalurkan total permodalan sebesar Rp22 miliar. Hingga kini, setidaknya ada 28.000 mitra petani yang telah bergabung dan 3.215 mitra toko tani yang menyalurkan permodalan sistem cashless dengan menyediakan semua kebutuhan mitra petani untuk menjalankan proyek budidaya.

Pada 2020, CROWDE juga merubah rasio kontribusi pemodal menjadi 8 : 92 (retail : institusi) yang mana berdampak pada kinerja petani. Sebanyak 85 persen mitra petani mengaku proses penyaluran modal jadi lebih cepat, terkontrol, dan budidaya mereka jadi lebih terjadwal. Tahun lalu, CROWDE telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa institusional lender, seperti Bank BJB dan BPR Supra untuk mendanai mitra petani di wilayah Cianjur, Sukabumi, serta Garut.

"Di tengah pandemi, kami pun telah memperluas jangkauan proyek permodalan budidaya ke 10 wilayah, yaitu Lampung, Sukabumi, Subang, Indramayu, Bogor, Garut, Madiun, Tulungagung, Kediri, dan Tuban dengan total 1.802 proyek," ungkap Afifa Urfani, Head of Funding & Impact CROWDE.

CROWDE juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor pada akhir 2020. Kegiatan tersebut bertujuan menarik minat generasi muda agar mau menjadi petani milenial.

CROWDE juga melakukan jajak pendapat untuk mencari indikator permasalahan yang mungkin dialami para petani milenial.

“Kami yakin bahwa permasalahan yang dihadapi petani milenial pasti memiliki solusi dan jawaban, salah satunya melalui program GARAP (Gerakan Rakyat Petani) yang merupakan produk project financing yang berfokus pada komoditas padi, jagung, dan cabai dengan melibatkan farmers consultant dan field agent sebagai pendamping lapangan yang akan selalu dekat dengan petani Indonesia,” kata Rizky Andika Septiyanzar, Lead of Enterprise CROWDE yang hadir sebagai perwakilan.

Rizky juga menambahkan, petani milenial diharap mampu melakukan analisis manajemen yaitu Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT) agar dapat merancang pertanian yang dicita-citakannya serta mengetahui langkah apa saja yang perlu diambil untuk mewujudkannya. CROWDE yakin dengan melangkah bersama, petani mampu memberi hasil yang lebih maksimal bagi sektor pertanian Indonesia.

Video Terkait