Modernisasi Alat Pertanian, Inggris Siapkan Anggaran Rp476 Miliar

Ilustrasi Pertanian di Inggris. (Unsplash/ Luke Thornton)

Penulis: Dera, Editor: Redaksi Sariagri - Jumat, 9 Oktober 2020 | 10:00 WIB

SariAgri - Pemerintah Inggris telah menyiapkan anggaran senilai £ 25 juta (sekitar Rp476 miliar) untuk memodernisasi peralatan milik petani dengan tujuan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk dana hibah melalui skema Hibah Kecil Produktivitas Pedesaan (Countryside Productivity Small Grants/ CPSG) putaran ketiga.

Pemerintah Inggris telah mengalokasikan anggaran sebesar £ 35 juta (sekitar Rp666 miliar) untuk putaran pertama dan kedua skema tersebut. Ditambah dengan skema ketiga, total pendanaan yang telah disiapkan pemerintah hingga saat ini mencapai £ 60 juta (sekitar Rp1,1 triliun).

Dalam skema ketiga ini, petani dapat mengajukan permintaan dana hibah dengan nilai £ 3,000—£ 12,000 (sekitar Rp57—228 juta) untuk membeli peralatan baru yang inovatif, seperti penggunaan kamera pemantauan ternak hingga teknologi pertanian presisi. Modernisasi peralatan tersebut diharapkan dapat menghemat waktu dan uang, serta meningkatkan produktivitas para petani.

Menteri Pertanian Inggris, Victoria Prentis, mengatakan bahwa pemerintahnya menganggap peningkatan produktivitas petani Inggris merupakan hal penting. Dia merasa senang karena dapat memberikan hibah kepada petani untuk diinvestasikan dalam bentuk teknologi terbaru.

“Berasal dari keluarga petani, saya telah merasakan langsung manfaat yang dapat diberikan oleh peralatan inovatif, termasuk menghemat waktu dan uang, sambil meningkatkan hasil dan meminimalkan dampak yang kita timbulkan terhadap lingkungan di sekitar kita,” ujar Prentis.

Berita Pertanian - Baca Juga: Hari Telur Sedunia, Simak Yuk Khasiat Ajaibnya Bagi Kesehatan
Fakta! Kambing Juga Ternyata Punya Perasaan, Ini Buktinya...

Tahun lalu, beberapa alat baru ditambahkan ke daftar peralatan yang disediakan untuk membantu para petani dalam mengelola lingkungan pertanian mereka, seperti peralatan yang dirancang untuk membantu meminimalkan pemadatan tanah di ladang, memantau kadar amonia di lahan pertanian, dan meningkatkan kemampuan mesin presisi untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Kepala Eksekutif Badan Pembayaran Pedesaan, Paul Caldwell, mengatakan bahwa penggunaan teknologi inovatif dapat membuat perbedaan nyata bagi petani dan membantu meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Inggris.

Melansir dari www.gov.uk, petani yang telah menerima hibah pada skema putaran sebelumnya, dapat mengajukan peralatan yang berbeda dalam skema putaran ketiga ini. Melalui ketentuan ini, para petani diharapkan dapat mulai bergerak menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Modernisasi Alat Pertanian, Inggris Siapkan Anggaran Rp476 Miliar
Kemenkop UKM Siapkan Model Bisnis Korporasi Petani dan Nelayan

Para petani yang ingin mendapatkan bantuan hibah ketiga memiliki waktu hingga tanggal 4 November untuk mengajukan permohonan ke Badan Pembayaran Pedesaan.

Meskipun bantuan ini merupakan putaran terakhir dari skema Hibah Kecil Produktivitas Pedesaan, UU Pertanian telah memberikan kewenangan bagi pemerintah untuk memberikan bantuan keuangan kepada petani untuk berinvestasi dalam peralatan, teknologi, dan infrastruktur guna meningkatkan produktivitas mereka. (Sariagri/Suparjo)

Video Terkait