FTA Diyakini Dukung Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian

Seorang petani tengah memetik buah kopi yang sedang panen di Situbondo (SariAgri/Arief L)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Redaksi Sariagri - Kamis, 27 Agustus 2020 | 12:14 WIB

SariAgri - Free Trade Agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas menjadi akses untuk meningkatkan nilai ekspor dalam negeri. FTA membuat perdagangan barang atau jasa antarnegara dapat melewati perbatasan negara lain tanpa hambatan tarif atau nontarif.

Kepala Balai Besar Karantina pertanian (BBKP) Surabaya, Musyaffak Fauzi menilai perjanjian tersebut harus didukung dengan kebijakan yang mempermudah eksportir dalam proses sertifikasi/pengurusan sertifikat kesehatan karantina sehingga kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi makro semakin menguat.

"Banyak kebijakan yang diterbitkan Karantina Pertanian Surabaya guna mempermudah eksportir dalam proses sertifikasi atau pengurusan sertifikat kesehatan karantina,” ujarnya Musyaffak melalui keterangan tertulis, Kamis (27/8/2020).

Berdasarkan data otomasi IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System), terjadi peningkatan ekspor komoditas pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya periode Januari- Juli 2020 sebesar 10 persen dibanding periode sama sebelumnya (y to y).

"Berdasarkan data bps yang menyatakan bahwa sektor pertanian mengalami pertumbuhan 16,24 persen (q to q) pada kuartal II tahun 2020," jelasnya.

Berita Pertanian - Baca Juga: Teknologi Pertanian Pintar Dikembangkan untuk Tekan Biaya Produksi
KUR Pertanian, Kementan Dilibatkan Kawal Penyaluran Kredit

Selain itu, Musyaffak mengatakan FTA memberikan dukungan khususnya untuk peningkatan ekspor komoditas pertanian Jawa Timur. Karena itu, lanjut dia, perlu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perjanjian perdagangan bebas dan implikasinya bagi kegiatan ekspor antarnegara mitra FTA di Surabaya.

"Wilayah perdagangan bebas ini merupakan salah satu bentuk kerja sama ekonomi yang membuat setiap lini kehidupan semakin berkembang termasuk perdagangan," katanya.

Baca Juga: FTA Diyakini Dukung Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian
Pengelolaan Data Penyaluran Pupuk Subsidi, KPK Apresiasi Kementan

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengungkapkan, kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus memprioritaskan kegiatan dalam mendukung peningkatan ekspor. Hal ini juga sejalan dengan Program Gerakan Tiga Kali Ekspor Pertanian (GRATIEKS), di mana ekspor guna meningkatkan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian tetap mendorong ekspor sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan atau nilai tambah baik petani maupun pelaku agribisnis di tengah keterbatasan karena pandemi Covid-19,” kata Jamil.(Istihanah Soejoethi)

Berita Pertanian - Limbah Ikan Jadi Pupuk Cair