Meski Pandemi COVID-19, Petani Wajo Tetap Tanam Lahan Pertanian

Petani Wajo menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) memanen padi. (SariAgri/Usman Muin)

Penulis: Arya Pandora, Editor: Redaksi Sariagri - Kamis, 30 Juli 2020 | 10:00 WIB

SariAgri -  Pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia tidak menghalangi petani menggarap lahan pertanian mereka. Bahkan, selepas panen, para petani di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan langsung mengolah tanah mereka kembali untuk penanaman padi dan jagung.

Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Wajo, Muhammad Ashar mengaku semangat para petani Kabupaten Wajo saat ini sangat tinggi melakukan penanaman, walau di tengah wabah virus corona. Contohnya petani kelompok tani Lamangappa, Desa Lautang, Kecamatan Belawa, usai panen padi dan jagung, mereka langsung melakukan kegiatan penanaman kedua tanaman ini kembali. 

“Semangat petani ini tentu karena dukungan program pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian. Banyak bantuan yang dirasakan petani di antara bibit, pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan, red) untuk pengolahan lahan, tanam dan panen,” jelas Ashar.

Ashar mengungkapkan luas baku sawah Kabupaten Wajo tahun 2019 seluas 100.991 hektare. Luas panen padi pada bulan Januari hingga April 2020 sebesar 27.120 hektare. Menurutnya, yang membahagiakan para petani adalah harga gabah kering hasil panen kali ini lebih tinggi dibandingkan panen sebelumnya.

“Harga gabah kering panen saat ini sangat menggembirakan petani, yaitu Rp 5.000 per kilogram. Harga jagung diharapkan mencapai Rp 3.500 per kilogram sehingga petani untung dan terus semangat melakukan penanaman,” jelas Ashar.

Berita Pertanian - Baca Juga: Pasar Ekspor Terbuka, Pemprov Sulsel Pacu Penanaman Talas Satoimo & Porang
Di Tengah Pandemi COVID-19, Petani Banyuasin Panen Padi IP200

Sementara itu, Kepala Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Wajo, Muhammad Nain mengapresasi program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong produksi pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Bantuan kementan kepada para petani diantaranya bibit, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan). 

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Pertanian karena Desa Lautang mendapat bantuan Program Serasi, yang mana irigasi sekunder dan sungai digali, bantuan bibit berikut pupuknya dan juga bantuan lainnya berupa traktor roda 4 dan traktor roda 2 serta alat tanam dan panen padi dan jagung,” ujarnya.

Baca Juga: Meski Pandemi COVID-19, Petani Wajo Tetap Tanam Lahan Pertanian
Soal Ketersediaan Beras, Mentan: Jangan Ada Lahan Menganggur, Segera Tanami

Menurut Nain, bantuan alsintan sangat memudahkan petani untuk percepatan tanam. Saat ini petani merasakan hasil bantuan Kementan karena di tengah pandemi covid 19 tetap melakukan panen jagung 8,5 sampai 9 ton per hektar seluas 1.200 hektare dan dilanjutkan penanaman padi.

“Kami benar-benar merasakan bantuan ini sangat meningkatkan pendapatan petani. Petani mengolah lahan lebih cepat menggunakan traktor roda 4 dan panen sampai pemipilan menggunakan mesin,” terangnya. (Usman Muin/SariAgri Sulawesi Selatan)

Video Terkait