Manfaat Pupuk Organik dari Bio Urine Sapi

Ilustrasi urine sapi (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Kamis, 18 Juni 2020 | 19:31 WIB

SariAgri - Limbah peternakan sapi seperti urine dan kotoran sapi sangat mengganggu kesehatan ternak dan mencemari sekitar jika tidak dikelola dengan baik. Tapi ternyata, limbah tersebut bisa diolah menjadi pupuk organik.

Urine sapi, misalnya, bisa diolah menjadi pupuk organik cair yang punya banyak manfaat untuk pertumbuhan tanaman dan tentu saja lebih ramah lingkungan.

Menurut penelitian Litbang Kementerian Pertanian, pupuk cair bio urine mampu mengatasi defisiensi hara dengan cepat karena adanya kandungan nitrogen, fosfor, kalium, dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat.

Manfaat lain bio urine yaitu mencegah datangnya berbagai hama tanaman, dan dapat menjaga kesuburan tanah dengan cara memperbaiki struktur kandungan organik tanah.

Volume penggunaannya juga lebih hemat dibandingkan pupuk organik padat, serta aplikasinya lebih mudah karena dapat diberikan dengan penyemprotan atau penyiraman. Selain itu, pupuk cair bio urine mudah dibuat dan lebih murah harganya.

Secara umum, pupuk organik adalah pupuk yang multifungsi. Selain bermanfaat bagi tumbuhan, pupuk air dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih atau bibit, pupuk organik apabila dicampur pestisida organik bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip.

Urine sapi tidak dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman, namun harus diolah terlebih dahulu untuk menambah nilai manfaatnya. Pertama, urine sapi dicampur sereh wangi yang sudah dicacah guna mengurangi bau menyengat dari urine dengan perbandingan 10 kilogram serai untuk 500 liter bahan urine.

Kemudian siapkan larutan molasses, atau gula merah dengan perbandingan 250 mililiter molasses untuk 10 liter air bersih. Larutkan bio activator ke dalam larutan molasses tersebut, aduk lalu diamkan selama 30 menit.

Setelah itu, masukkan larutan bio aktivator ke dalam urine dan sampuran sereh tadi, kemudian tutup wadah fermentasi, dan simpan selama 4 pekan. Buka tutup wadah setiap 1 pekan sekali dan lakukan pengadukan selama 15 menit.

Setelah 4 pekan, lakukan sirkulasi dengan menggunakan tangga selama 24 jam guna membuang unsur ammonia yang bersifat patogen bagi tanaman.

Baca Juga: Manfaat Pupuk Organik dari Bio Urine Sapi
Tanah di Sulsel Mulai Masam, Begini Mengatasinya Agar Hasil Panen Optimal

Pupuk cair bio urine ini dapat diaplikasikan pada tanaman dengan cara mencapurnya dengan air bersih. Untuk tanaman semusim, bio urine dicampur dengan air bersih dengan perbandingan 1:2 dan disiramkan atau disemprotkan seminggu sekali.

Untuk tanaman industri dan perkebunan yang baru ditanam dengan ketinggian rata-rata 80 centimeter, bio urine dan air bersih dicampur dengan perbandingan 1:1 kemudian diaplikasikan setiap 2 pekan. (Sariagri.id/Marthin)

Video Terkait