Kapur Dolomit Tingkatkan Protein Bioflok

Ilustrasi pemupukan (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Senin, 8 Juni 2020 | 12:07 WIB

SariAgri - Teknologi bioflok menjadi salah satu alternatif pemecah masalah limbah budidaya intensif. teknologi ini paling menguntungkan karena selain bisa menurunkan limbah nitrogen anorganik dari sisa pakan dan kotoran.

Teknologi bioflok juga dapat menyediakan pakan tambahan berprotein untuk hewan budidaya sehingga dapat menaikkan pertumbuhan dan efisiensi pakan.

Faktor keasaman (pH) sangat berperan dalam terbentuknya bioflok di air media. Bioflok tidak akan cepat terbentuk pada media yang mempunyai pH rendah. Hal ini akan mempengaruhi kegiatan mikroorganisme dalam proses dekomposisi bahan organik.

Penelitian yang dilakukan Mahasiswa Fakultas perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga Surabaya menunjukkan bahwa penggunaan kapur dolomit dapat meningkatkan ketersediaan protein bioflok.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tertinggi terdapat pada air media yang menggunakan kapur dolomit yakni sebesar 25,59 persen. Sementara itu, jika menggunakan kapur kalsium karbonat (CaCO3), protein yang terbentuk sebesar 23,41 persen dan jika tanpa kapur sebesar 20,51 persen.

Baca Juga: Kapur Dolomit Tingkatkan Protein Bioflok
Pengendalian Hama Kakao dengan Memanfaatkan Limbah Kebun

Pemberian kapur dolomit pada media budidaya mampu meningkatkan pH dan mengefektifkan unsur-unsur hara, sehingga setelah proses pengapuran nilai pH, nitrogen (N) maupun fosfor (P) mulai naik.

Pemberian kapur dolomit pada media bioflok juga diharapkan dapat meningkatkan kestabilan pH, dolomit dalam air dapat mengikat karbon dioksida (CO2) menjadi bikarbonat (HCO3) yang berfungsi sebagai sistem penyangga perubahan pH.(Sariagri.id/Marthin)

Video Terkait