Awal Tahun, Mentan SYL Panen Raya Perdana Padi di Karawang

Mentan SYL panen perdana padi di Karawang (Dok.Kementan)

Editor: Rashif Usman - Selasa, 10 Januari 2023 | 07:00 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen raya perdana padi awal tahun 2023 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang merupakan sentra produksi beras nasional. Ia menyampaikan bahwa acara panen tersebut merupakan gerak cepat Kementan bersinergi dengan pemerintah daerah memastikan produksi beras nasional karena panen raya padi berlangsung pada Januari sampai Maret 2023 di semua wilayah Indonesia.

"Kita hadir di sini (Karawang) bersama Wakil Bupati Karawang dan jajaran Kementan, mengawali panen padi 2023. Di kecamatan Jayakerta ini luas panen padi 2.000 hektar dan hasil panen luar biasa 8 ton perhektar. Kita juga hadir untuk memastikan kalau Karawang baik, maka Indonesia baik-baik saja dan kalau Karawang bersoal Indonesia pun bersoal karena Karawang adalah ukuran keberhasilan produksi padi Indonesia," kata Mentan SYL dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/1/2023).

Mentan SYL menyampaikan berdasarkan prognosa atau perkiraan BPS, luas panen padi pada Februari 2023 mencapai 1,4 juta hektar dan puncak panen berlangsung pada bulan Maret-April. Berarti, jika produktivitas 6 ton perhektar, ada produksi padi lebih kurang 4 juta ton, sehingga ini membuktikan adanya panen raya padi dengan produksi atau ketersediaan beras melimpah.

"Selama tiga tahun terakhir ini alam di Indonesia sangat bersahabat dan di tahun 2023 tentu ada tantang perubahan iklim ekstrim sehingga setelah panen paling lama 14 hari harus segera disiapkan penanaman kembali. Kita berharap penanaman tiga kali setahun, yaitu padi-padi-palawija atau sebaliknya. Kemudian kita pun perkuat sistem logistik pangan," terangnya.

Baca Juga: Awal Tahun, Mentan SYL Panen Raya Perdana Padi di Karawang
Kreatif! Petani Ini Bikin Alat Penanam Benih Padi dari Barang Bekas

"Khusus di Karawang ini produktivitas padi 8 ton perhektar, biasanya hanya 5 sampai 6 ton. Bulog diharapkan dapat menyerap gabah di musim panen raya awal tahun 2023 ini agar cadangan beras nasional kuat dan dapat mengendalikan harga, bukan dikendalikan pedagang," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, hingga saat ini tanaman padi yang terkena banjir dan puso masih di bawah ambang batas lantaran di bawah 2 persen.