Pemerintah Dorong Potensi Sorgum Sebagai Alternatif Sumber Pangan

Ilustrasi tanaman sorgum (Wikimedia)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 5 Desember 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) terus mensosialisasikan sorgum sebagai alternatif pangan demi menekan ketergantungan pada pangan pokok beras hingga gandum impor.

“Sosialisasi tentang potensi pangan alternatif seperti sorgum sangat penting, sehingga masyarakat semakin aware bahwa selain nasi ada sumber pangan lain yang memiliki kandungan gizi, nutrisi, serta rasa yang tidak jauh berbeda dengan nasi dan gandum, bahkan lebih menyehatkan karena bebas gluten,” ujarnya saat melakukan sosialisasi di acara Food Truck Sorghum bersama Kantor Staf Presiden (KSP, Jakarta, Minggu, (4/12/2022).

Pada kegiatan tersebut dilangsungkan berbagai acara, diantaranya live cooking menu berbahan dasar sorgum yang dilakukan kepala NFA bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko didampingi Chef Williamson Macchi dari ICA.

Dengan menggandeng ICA, diharapkan menu-menu berbahan dasar sorgum semakin marak diperkenalkan di industri food and beverage sehingga semakin mudah ditemukan masyarakat.

“Ekosistem sorgum akan semakin kuat dengan ditopang pangsa pasar dan aktivitas hilirisasi yang semakin meningkat. Dengan pasar yang tersedia diharapkan para petani semakin bersemangat menanam sorgum dan produksi sorgum nasional terus tumbuh,” jelasnya.

Arief mengatakan, saat ini pemerintah memang tengah fokus melakukan pengembangan pangan lokal untuk menekan ketergantungan terhadap nasi dan komoditas pangan impor seperti gandum.

“Upaya penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal diharapkan berimplikasi terhadap dua aspek, yaitu mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas khususnya komoditas pangan impor dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat dengan konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman atau B2SA,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu komoditas serelia yang paling berpotensi adalah sorgum, pasalnya komoditas ini memiliki kandungan gizi yang tinggi dan tepungnya potensial untuk dikembangkan sebagai substitusi tepung terigu yang saat ini masih bergantung pada impor.

Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Kemenkes, dari setiap 100 gram sorgum mengandung energi 366 Kalori, Protein 11 gram, Karbohidrat: 73 gram, Lemak 3,3 gram, dan Serat 1,2 gram.

“Biji sorgum memiliki kualitas gizi sebanding dengan jagung dan beras, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi jika dibandingkan keduanya, meskipun kandungan lemaknya lebih rendah,” kata Arief.

Dari sisi pembudidayaannya, Arief menambahkan, sorgum dianggap sebagai tanaman masa depan karena dapat tumbuh dan beradaptasi dalam rentang iklim yang luas, serta membutuhkan air yang relatif sedikit atau toleran terhadap kekeringan. Beberapa wilayah di Indonesia saat ini mulai mengembangkan tanaman sorgum.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Potensi Sorgum Sebagai Alternatif Sumber Pangan
Produksi Tahunan Sorgum Indonesia Diprediksi Capai 900 Ribu Ton

Beberapa wilayah di Indonesia saat ini mulai mengembangkan tanaman sorgum. Misalnya di beberapa propinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Tanaman sorgum dapat ditaman ketika telah berumur 3 hingga 4 bulan, tergantung varietas tanamannya.

Upaya menyosialisasikan sorgum sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar sumber-sumber pangan lokal terus dikembangkan, sehingga mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas pangan tertentu.