Kementan Ungkap Ekspor Komoditas Pertanian Terus Melonjak 3 Tahun Terakhir

Ilustrasi Ekspor Impor. (Sariagri/Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 5 Desember 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian menyampaikan ekspor komoditas pertanian terus melonjak selama tiga tahun terakhir. Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang mengatakan tahun ini target nilai ekspor komoditas pertanian sebesar Rp 681 triliun diyakini bakal tercapai.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sejak program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) dicanangkan nilai ekspor komoditas pertanian 3 tahun terakhir meningkat signifikan," kata Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang dalam pernyataannya, Senin (5/1).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mencanangkan Gratieks sejak menjabat pada 2019. Pada tahun itu tercatat ekspor komoditas pertanian mencapai Rp 390 triliun, meningkat menjadi Rp451 triliun pada tahun 2020 dan Rp625 triliun pada tahun 2021.

Salah satu wilayah yang berpotensi menjadi eksportir komoditas pertanian adalah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Selain jagung dan madu, Pulau Sumbawa berpotensi ekspor porang, sisal, shorgum, dan sarang burung walet.

Menurut sistem informasi IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) Karantina Sumbawa diketahui lalu-lintas antar area komoditas sisal untuk ekspor melalui pelabuhan Tanjung Perak meningkat.

Ekspor pada tahun 2021 sebanyak 113 ton, pada 2021 sebanyak 577 ton. Tahun ini, data pada Oktober 2022 saja ada 155 ton ekspor sisal.

Peningkatan serupa juga terjadi pada ekspor komoditas sarang burung walet. Data lalu-lintas sarang burung walet pada 2021 mencapai 6,5 ton. Tahun ini, hingga Oktober 2022 ekspor sudah menyentuh 7,7 ton.

Baca Juga: Kementan Ungkap Ekspor Komoditas Pertanian Terus Melonjak 3 Tahun Terakhir
Soal Stok dan Impor Beras, DPR ke Kementan: Jangan Sampai Ada Ekspor Gelap!

Menurut Bambang, potensi ekspor di Sumbawa ini harus dikelola dengan baik.

"Karena mitra dagang ada, perbankkan siap sinergi, barang tersedia, kebijakan mendukung tinggal dieksekusi bersama untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor," ujar Bambang.

Untuk menjaga potensi sumber daya alam Kabupaten Sumbawa, kata Bambang, dibutuhkan sinergisitas antara petugas Karantina Sumbawa Besar dengan segenap instansi terkait dan Pemerintah Daerah. Terutama mengawasi dan menjaga tempat pemasukan dari ancaman masuknya hama penyakit tumbuhan.