Festival Petani Mandiri ajak Petani Bergerak ke Sistem Pertanian Organik

I Wayan Koster dalam acara Festival Petani Mandiri (Dok.Pribadi)

Editor: Rashif Usman - Kamis, 1 Desember 2022 | 14:40 WIB

Sariagri - Komunitas Petani Muda Keren mengadakan kegiatan Festival Petani Mandiri yang diselenggarakan pada Kamis, 1 Desember 2022 di Jatiluwih Rice Terrace, Tabanan, Bali. Pada kesempatan itu, Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster mengatakan bahwa Bali punya target untuk produk pangan, buah dan sayuran harus organik pada 2024.

"Semua sistem pertanian di Bali harus organik di 2024 paling lambat. Kalau Bali sudah pulau organik, maka pangan yang masuk ke Bali harus organik. Kalau tidak organik, tolak. Hotel dan restoran di Bali wajib menggunakan produk organik," ujarnya.

I Wayan Koster menyampaikan bahwa pertanian organik adalah pertanian yang tidak boleh mematikan unsur kehidupan lainnya.

"Dulu pertanian kita di zaman orde baru dibombardir dengan pupuk urea, kimia dan bahkan pestisida. Kita dapat manfaat ekonominya tapi mematikan ekosistem alam dan mencemari lingkungan. Kehidupan yang ada di tanah seperti cacing itu mati dan tanah jadi rusak. Selain itu pencemaran air," terangnya.

I Wayan Koster mengatakan, hasil dari sistem pertanian organik membuat pangan menjadi berkualitas dan sehat. Ditambah lagi, hasil pangan yang berkualitas tersebut bisa meningkatkan taraf ekonomi petani.

Anak Muda Terjun ke Pertanian

Founder Petani Muda Keren, AA Gede Agung Wedhatama mengatakan bahwa festival ini merupakan upaya menggelorakan semangat anak muda untuk berani terjun di sektor pertanian.

"Kami berusaha mengempowering petani muda di Bali untuk maju mandiri bertani, bagaimana membuat pupuk sendiri pestisida nabati sendiri agar tidak lagi bergantung subsidi," jelasnya.

Pria yang biasa dikenal dengan sebutan Gung Weda ini mengatakan dengan pemahaman ilmu pertanian organik dan pemanfaatan teknologi dapat membuat sektor pertanian menjadi sangat menjanjikan. Petani tidak lagi harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil.

"Petani pengusaha muda petani itu harus jadi pengusaha, jadi stigma petani sebagai profesi marginal harus disingkirkan, kami berusaha ciptakan mana ATM harian, bulanan, mingguan, tiga bulanan dan seterusnya. Selain itu juga integrasi dari hulu ke hilir," jelasnya.

Penggunaan Pupuk Organik

Pada kesempatan yang sama, para petani diajak untuk bertani secara organik. Pasalnya, pertanian organik penting untuk mengembalikan kesuburan lahan pertanian dan meningkatkan produksi pangan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah penggunaan pupuk organik seperti MagneWish.

Baca Juga: Festival Petani Mandiri ajak Petani Bergerak ke Sistem Pertanian Organik
Ramah Lingkungan, Vietnam Gencar Tingkatkan Produksi Pupuk Organik

Founder MagneWish, Didik Pribadi mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya pertanian organik di Indonesia. Untuk itu, MagneWish hadir sebagai pupuk berkualitas untuk mendorong sistem pertanian organik.

"Magnewish Bersama komunitas petani muda bali dan gerakan Petani muda keren membuat petani sejahtera tanpa subsidi. Magnewish terbuat dari bahan organik yang bisa membuat penghasilan atau pendapatan petani bertambah karena hasil pertanian yang meningkat," terangnya.