Lebih Menguntungkan, India Sukses Kembangkan Kentang Aeroponik

Budidaya kentang dengan teknik aeroponik. (krishijagran.com)

Editor: Dera - Jumat, 2 Desember 2022 | 14:45 WIB

Sariagri - Teknologi di dunia pertanian kini terus berkembang dan lebih modern sehingga mampu meningkatkan produktivitas. Berbagai inovasi pun dilakukan, di mana pertanian tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tanah.

Di India, Institut Teknologi Kentang Karnal dan Departemen Hortikultura telah mempromosikan teknik budidaya kentang di udara dalam skala besar. Dalam metode ini, tanaman kentang disiapkan di pembibitan, dan ditransplantasikan dalam unit aeroponik. Media tanam dibuat dari lapisan atas tanah, tempat kentang ditanam dengan bantuan air dan nutrisi.

Berbeda dengan budidaya tradisional di mana umbi kentang tumbuh di dalam tanah, pertanian aeroponik menumbuhkan umbi kentang di udara. Pertama, bibit kentang berkualitas disiapkan hingga keluar akarnya. Kemudian akar tersebut dirawat dengan cara direndam di dalam larutan bavstein untuk menghilangkan risiko jamur.

Setelah itu, tanaman kentang yang sudah tumbuh akarnya kemudian dipindahkan ke bedengan aeroponik yang menggantung, sehingga akarnya tumbuh menjulur ke bawah dan membentuk umbi kentang. Dengan mentransplantasikan tanaman di unit aeroponik saat berumur 10 hingga 15 hari, lebih banyak kentang yang dihasilkan dalam waktu yang lebih singkat.

Teknik ini sebenarnya cukup populer di berbagai negara, tetapi Pusat Teknologi Kentang, Shamgarh telah berhasil mengembangkannya untuk pertanian berskala besar, dan para petani mengaku bisa melipatgandakan keuntungan mereka hingga 20 persen, demikian dilansir krishijagran.com.

Baca Juga: Lebih Menguntungkan, India Sukses Kembangkan Kentang Aeroponik
Jadi Pemasok Kentang, Kabupaten Wonosobo Terus Kembangkan Benih Bermutu



Teknik aeroponik ini jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan pertanian kentang tradional maupun di rumah kaca yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Selain itu, pertanian kentang tradional rawan kerusakan jika terjadi hujan lebat, kekeringan, atau masalah iklim lainnya.

Sementara pertanian aeroponik menghasilkan tanaman kentang yang sangat banyak dengan sedikit usaha. Banyak petani memilih metode ini karena melipatgandakan produktivitas. Dengan cara ini, satu tanaman bisa menghasilkan 20 hingga 40 kentang. Dan jika kentang kecil ini ditanam sebagai benih di tanah, hasilnya akan meningkat tiga hingga empat kali lipat.