Cegah Gagal Panen di Afrika, Rusia Sumbangkan 260.000 Ton Pupuk

Ilustrasi pupuk. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 2 Desember 2022 | 14:00 WIB

Rusia telah menyumbangkan 260.000 metrik ton pupuk produksinya yang disimpan di pelabuhan dan gudang Eropa untuk membantu para petani di Afrika. 

Dikutip dari Voa News, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan,“ Ini akan sangat meringankan kebutuhan kemanusiaan dan mencegah bencana hilangnya panen di Afrika, di mana saat ini sedang musim tanam,"ujarnya.

Satu kapal besar disewa oleh program pangan dunia telah meninggalkan Belanda dengan membawa 20.000 ton pupuk yang ditujukan ke negara Afrika Tenggara, Malawi. Dujarric menyebutkan proses pengiriman akan memakan waktu sekitar satu bulan untuk mencapai Beira, di Mozambik dan kemudian akan diangkut melalui darat ke Malawi.

“Ini akan menjadi yang pertama dari serangkaian pengiriman pupuk yang juga ditujukan ke sejumlah negara lain negara lain di benua Afrika dalam beberapa bulan mendatang,“ tambah Dujarric.

Baca Juga: Cegah Gagal Panen di Afrika, Rusia Sumbangkan 260.000 Ton Pupuk
Pasca Invasi Rusia ke Ukraina Harga Pupuk Jadi Kekhawatiran Terbesar Petani AS

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lepas, harga pupuk dunia melonjak tinggi, sebagian karena kuota yang diberlakukan Moskow pada ekspor pupuknya dengan alasan menginginkan pasokannya hanya cukup untuk petaninya sendiri.

Rusia sendiri merupakan negara pengekspor pupuk global teratas. Gangguan, kelangkaan dan kenaikan harga yang disebabkan oleh kuota telah membuat pupuk tidak terjangkau. Hal ini secara dramatis dapat menutunkan panen para petani kecil dan berpotensi menyebabkan kekurangan pangan di tahun berikutnya.