Mentan Dorong Pengelolaan Benih Sumber VUB untuk Tingkatkan Produktivitas

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Antara/HO-Kementan)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 28 November 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP Kementan) untuk memperbanyak produksi bibit unggul dan berkualitas. Hal ini ia sampaikan saat meninjau Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Varietas Unggul Baru (VUB) di BPTP Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Tahun depan perbanyak bibitnya, kalau tidak ada yang beli, ya bagikan saja. Jadi kita harus berpikir tidak untuk NTB saja, berpikir untuk Indonesia, dunia dan jangan batasi kemampuan karena saya yakin rata-rata kita hanya pakai 30-40 persen dari kemampuan yang kita miliki," ujar SYL, dikutip dari keterangan persnya, Senin (28/11).

Mentan SYL mengatakan mulai tahun depan pemerintah mulai membagikan bibit unggulnya sebagai salah satu pendorong utama dalam meningkatkan daya gedor ekonomi negara. Apalagi, saat ini, terdapat peluang bagus dimana harga kedelai di pasaran sudah menembus di atas Rp 10 ribu.

"Tahun depan semua harus bagi bibit, kedelai mu sangat dibutuhkan, sekarang harga kedelai dunia 10.400 makin naik besok. Mainkan kemampuan dan kreatifitas, kita bela negara, bela rakyat. Saya mau lihat prestasimu karena yang gak boleh itu hanya satu, korupsi!. Jaga NTB, saya berharap dari NTB akan ada sesuatu yang lebih hebat lagi, dari hari-hari kemarin," katanya.

Baca Juga: Mentan Dorong Pengelolaan Benih Sumber VUB untuk Tingkatkan Produktivitas
Tingkatkan Produksi, Kementan Hadirkan Benih Unggul dan Berkualitas

SYL menambahkan, sektor pertanian adalah modal yang paling besar dalam memperbaiki kehidupan. Terbukti, sektor ini tumbuh disaat yang lainnya melemah akibat goncangan krisis dunia. Pertanian juga menjadi bantalan ekonomi disaat dunia mengalami pandemi.

"Kita 2,5 tahun diterpa covid, cuaca ekstrim, perang dan ketegangan geo politik, oleh karena itu dunia akan sangat bersoal kurang lebih 340 juta orang akan kelaparan akut. Dan jawaban untuk menghadapi itu adalah pertanian. Jadi apa yang kita lakukan ini adalah perjuangan. Bela negara ini walaupun ekecil apapun," katanya.