Kebutuhan Pangan Meningkat, Petani Perlu Didukung Riset dan Inovasi

Ilustrasi- Petani mengeringkan gabah (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 26 November 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Deputi Kebijakan Pembangunan BRIN, Mego Pinandito mengatakan bahwa setiap harinya kebutuhan pangan dunia saat ini terus meningkat. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, meningkatkan persaingan antara penyediaan kebutuhan lahan untuk produksi pangan dan untuk kebutuhan lainnya.

Ia menyampaikan sejalan dengan pertumbuhan penduduk, kebutuhan penduduk akan pangan juga semakin meningkat, karena besarnya jumlah penduduk terkait langsung dengan penyediaan pangan.

“Ketahanan pangan dan pertanian yang berkelanjutan adalah kondisi ketika makanan bergizi dapat diakses oleh semua orang, artinya petani dan produsen makanan perlu didukung dengan riset dan inovasi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan,” kata Mego dalam acara virtual The 1st International Conference on Food and Agricultural Sciences 2022 (ICFAS 2022).

Ia mengatakan bahwa petani dan produsen makanan membutuhkan inovasi dan teknologi mumpuni yang dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi. Di Indonesia dalam hal ini BRIN bekerja sama dengan beberapa universitas dan organisasi penelitian swasta lainnya terus mengembangkan riset untuk mengatasi masalah-masalah dalam pertanian dan pangan.

“Prinsip utama ketahanan pangan dan pertanian adalah meningkatkan produktivitas, lapangan kerja, dan nilai tambah dalam sistem pangan. Selain itu, melindungi dan meningkatkan sumber daya alam juga menjadi kunci penting dalam upaya untuk menjaga ketersediaan pertanian dan pangan,” ujar Mego.

Mego mengatakan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan yang cukup besar untuk dunia pertanian, karena hampir semua negara di dunia menghadapi kesulitan yang sama. Perubahan curah hujan yang lebih rendah akan menyebabkan periode kekeringan yang lebih lama, tentunya hal ini berimbas pada terganggunya masa panen.

Baca Juga: Kebutuhan Pangan Meningkat, Petani Perlu Didukung Riset dan Inovasi
Cegah Penyakit Gagal Ginjal, Jepang Tawari Filipina Nasi Rendah Protein

“Untuk mengatasi tantangan keberlanjutan pangan dan pertanian BRIN berupaya melakukan riset dan menghasilkan inovasi antara lain dengan melakukan pemuliaan tanaman dengan bantuan teknologi untuk menghasilkan varietas baru yang lebih kompatibel dengan kendala rantai pasokan, teknologi pengolahan pascapanen seperti pengalengan dan teknologi non-termal yang dapat mendukung pascapanen dan produksi pangan berkelanjutan,” tutur Mego.

“BRIN juga membuka kesempatan pada para stakeholders yang berminat untuk melakukan penelitian bersama dalam bidang pangan dan pertanian maupun lainnya,” tutup mego.