Lebih Alami, Ini 4 Jenis Pestisida Nabati untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Ilustrasi hama ulat. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 25 November 2022 | 13:15 WIB

Sariagri - Pestisida biasanya digunakan untuk membasmi hama pada tanaman, seperti tikus, serangga, gulma dan lainnya. Namun penggunaan pestisida di lingkungan pertanian belakangan menuai pro dan kontra.

Di satu sisi, penggunaan pestisida dapat menekan tingkat kehilangan hasil akibat organisme pengganggu tanaman (OPT), namun di sisi lain akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Oleh karena itu, pestisida nabati yang lebih alami pun diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Melansir laman resmi cybex.pertanian.go.id, berikut sederet pestisida nabati yang bisa digunakan para petani dalam membasmi hama. 

1. Bitung (Barringtonia acutangula)

Bitung merupakan tanaman tahunan dengan tinggi dapat mencapai 17 m. Memiliki bunga berambut dengan warna kombinasi antara putih dan kemerahan. Tanaman bitung dapat tumbuh sampai pada ketinggian 800 m dari permukaan laut.

Bagian tumbuhan yang dapat digunakan yaitu bijinya sebagai insektisida. Cara penggunaannya adalah bijinya dikeringkan, kemudian dibuat bubuk, selanjutnya dilarutkan dalam air dengan konsentrasi larutan 35 %. Hama yang dapat dikendalikan yaitu mencakup berbagai macam serangga.

2. Selasih Ungu (Ocimum sanctum)

Selasih Unggu merupakan tanaman semak semusim dengan tinggi 30-50 cm. Batang berkayu, berbentuk segi empat, beralur, bercabang, dan berwarna hijau tua atau hijau tua kecoklatan. Daun tunggal berbentuk bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, panjang 1-5 cm, lebar 6-30 mm, dan berwarna hijau keunguan.

Daun selasih digunakan dengan cara ditumbuk lalu dicampur dengan air. Kegunaan, untuk menarik lalat buah yang menyerang jambu biji.

3. Senbung (Blumea balsamifera L.)

Sembung merupakan tanaman perdu, tumbuh tegak, dan tinggi dapat mencapai 4 m. Batang berambut halus, daun tunggal, tumbuh berseling, bentuk bulat telur sampai lonjong, pangkal dan ujung daun lancip, tepi daun bergerigi, panjang 8-40 cm, lebar 2-20 cm,.

Daun sembung digunakan dengan cara dihaluskan, selanjutnya dilarutkan dalam air, dengan konsentrasi 35 %. Kegunaannya untuk mengendalikan hama keong.

Baca Juga: Lebih Alami, Ini 4 Jenis Pestisida Nabati untuk Pertanian Ramah Lingkungan
Ahli Tanaman IPB University Paparkan Keunggulan Pestisida Nabati

4. Lerak (Sapindus rarak)

Lerak merupakan tumbuhan jenis pohon dengan tinggi dapat mencapai 20 m. Buah lerak banyak terdapat di Pulau Jawa dan lazim dipakai sebagai bahan pencuci kain.

Bahan insektisida yang terkandung dalam buah lerak adalah saponin yang dapat diekstraksi dengan cara melarutkan 10 gram serbuk buah dan biji lerak yang telah dikeringkan ke dalam 100 ml etanol 90 %. Buah dan biji lerak dihaluskan dan direndam dengan detergen selama 24 jam, dapat digunakan untuk mengendalikan ulat grayak.

Video Terkait