Ramah Lingkungan, Pupuk CRF Makin Populer dan Diminati

Ilustrasi tanaman. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 24 November 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Pupuk pelepasan terkendali atau Controlled Released Fertilizer (CRF) kini semakin populer penggunaannya di dunia pertanian global. Kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tercepat penggunaan pupuk CRF ini.

Penilaian ini disampaikan perusahaan riset pasar global, Market Research Future (MRF). Menurut mereka, Asia Pasifik tengah mengalami peningkatan teknologi tingkat tinggi di sektor pertanian, seperti di Jepang, India, dan Cina, sehingga penggunaan pupuk berteknologi tinggi dan ramah lingkungan semakin dibutuhkan.

Selain itu, penurunan ketersediaan lahan pertanian per hektare di negara-negara seperti India sebagai akibat dari meningkatnya ruang komersial, diperkirakan akan berdampak positif terhadap permintaan pupuk pelepasan terkendali selama beberapa tahun ke depan.

Pupuk CRF adalah pupuk yang melepaskan nutrisi dalam jangka waktu yang lama dibandingkan dengan pupuk konvensional. Pupuk jenis ini diproduksi baik dengan reaksi kondensasi atau dengan enkapsulasi atau pelapisan butiran pupuk dengan polimer, belerang, dan jenis pelapis lainnya.

Rentang waktu pelepasan nutrisi pupuk CRF tergantung pada kelarutan airnya, permeabilitas lapisan, dan suhu tanah tempat pupuk itu digunakan. Pelepasan nutrisi yang lambat dan terkontrol membantu tanaman berkultivasi secara efisien, sehingga menghasilkan hasil yang berkembang.

Dengan cara pelepasan nutrisi yang terkendali, pupuk CRF juga dinilai lebih ramah lingkungan karena melindungi tanah dari polusi berlebihan. Alasan inilah yang menurut MRF juga menyebabkan permintaan terus bertambah.

Pangsa pasar pupuk CRF

Pasar pupuk pelepasan terkendali (CRF) global dibagi menjadi lima wilayah yakni Amerika Utara, Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin dan Timur Tengah & Afrika.

Amerika Utara memimpin pasar pupuk pelepasan terkendali global selama beberapa tahun terakhir, namun diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stagnan selama periode perkiraan (2020-2027) karena teknologi sektor pertanian yang sudah matang. AS adalah pasar konsumen utama untuk pupuk CRF di wilayah tersebut diikuti oleh Kanada.

Baca Juga: Ramah Lingkungan, Pupuk CRF Makin Populer dan Diminati
Ternyata Ini Kunci Sukses Modernisasi Desa dan Pertanian di Cina



Secara global, pasar pupuk CRF diperkirakan bernilai 3,09 miliar dolar AS pada tahun 2027, dengan catatan rata-rata tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) sebesar 6,53% selama periode perkiraan (2020-2027).