Berkat Ini, Pertanian Kenya Selamat dari Bencana Kekeringan

Bentang alam Kenya. (Unsplash/Damian Patkowski)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 November 2022 | 21:30 WIB

Virginia Tarasha, seorang petani di Kenya, berharap hasil panennya melimpah dalam beberapa bulan ke depan, meskipun kekeringan melanda sebagian besar wilayah negaranya.

Tarasha memiliki sebidang tanah seluas setengah hektare di wilayah Kimuka, yang ditumbuhi daun-daun hijau sehat di tengah terik matahari.

Tarasha mengatakan kepada Xinhua bahwa nasibnya berubah menjadi lebih baik ketika dia mulai menyadap air gratis dari proyek pasokan air Kimuka-Oloishoibor yang diresmikan pada tahun 2019.

“Saya sekarang memiliki akses air yang cukup untuk mengairi kebun saya sepanjang tahun, terlepas dari apakah hujan atau tidak,” imbuhnya.

Sebelum proyek tersebut datang ke wilayahnya, dia harus melakukan perjalanan setidaknya dua jam setiap hari untuk mencari air dan lahan pertaniannya kurang berhasil karena curah hujan yang tidak mencukupi.

Namun saat ini, kebun sayur di pekarangan Tarasha menghasilkan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Saya juga memiliki air bersih yang mengalir ke rumah saya sejak terhubung ke proyek air melalui pipa, tambahnya.

Proyek air tersebut dioperasionalkan setelah China Road and Bridge Corporation/CRBC yang membangun Nairobi-Suswa Standard Gauge Railway/SGR menemukan akuifer bawah tanah saat mengebor terowongan Ngong sepanjang 4,5 kilometer.

Guna memberi manfaat bagi penduduk setempat, CRBC membangun dua penampungan air bawah tanah dengan kapasitas masing-masing 800 meter kubik yang menampung air sebelum disalurkan ke masyarakat secara gratis.

Akuifer dan reservoir air saat ini dikelola oleh AfriStar yang merupakan operator layanan komuter dan angkutan SGR. Pengawas Teknis Lintasan di Bengkel Nairobi-Maai Mahiu AfriStar, Obed Kirwa, menjelaskan bahwa sejak proyek air digulirkan, daerah yang dulunya kering itu kini menjadi penghasil berbagai produk pertanian dan peternakan.

Kirwa menambahkan, sekitar 5.000 rumah tangga dan 10.000 hewan saat ini mendapatkan manfaat dari proyek air tersebut. Ia menyebut sebagian besar wilayah itu telah terhindar dari dampak negatif kekeringan berkat adanya sumber daya air yang melimpah.

Guna memastikan pasokan air bersih tetap lancar, Afristar memiliki tim khusus yang secara rutin memeriksa akuifer air untuk memastikan sistem beroperasi dengan baik.

Baca Juga: Berkat Ini, Pertanian Kenya Selamat dari Bencana Kekeringan
Wujudkan Pertanian Berkelanjutan, Pemerintah Mesti Adopsi Teknologi Digital

“Sebelum proyek air ini didirikan, masyarakat biasa berjalan kaki berjam-jam atau menggunakan keledai untuk mencari air, tetapi sekarang masalah tersebut telah terpecahkan,” kata Kirwa.

Air bawah tanah tersebut telah diuji dan diketahui layak untuk dikonsumsi manusia sehingga bermanfaat bagi masyarakat Kenya.