Ilmuwan Ini Kembangkan Galur Padi Baru yang Tahan Banjir dan Hama

Ilustrasi padi. (pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 November 2022 | 17:15 WIB

Para peneliti di Thailand sedang mengembangkan galur padi baru yang dapat bertahan dalam banjir dan tahan terhadap hama tertentu, seperti dilaporkan CGTN.

Thailand merupakan salah satu pengekspor beras terbesar di dunia, tetapi kondisi cuaca yang tidak terduga seperti kekeringan parah dan banjir besar memberikan pukulan besar bagi sektor pertanian negara itu.

Salah seorang petani Thailand, Wimol Pohpoonphrom, mengatakan bahwa sawahnya telah terendam banjir selama tiga bulan terakhir dan kondisi itu mengancam mata pencahariannya.

Tujuh tahun terakhir merupakan masa terberat bagi petani padi.??Outputnya tidak sebanding dengan investasi yang kita keluarkan. Biasanya, kita bisa mendapatkan dua hasil per tahun. Tahun ini, kita hanya bisa mendapatkan satu. Kita akan tidak menghasilkan uang selama tujuh bulan,” ujarnya.

Bagi banyak petani, tambah Wimol, sekarang ini adalah kisah mengatasi untuk menemukan cara beradaptasi dengan lingkungan yang semakin sulit dan cuaca yang semakin tidak menentu.

Dalam 10 tahun terakhir, para ilmuwan di Pusat Nasional untuk Rekayasa Genetika dan Bioteknologi Thailand telah memberikan perhatiannya pada perubahan iklim. Mereka berupaya menciptakan galur beras baru yang lebih tahan terhadap dampak perubahan iklim dan tahan terhadap ancaman alam di tengah meningkatnya suhu global.

Peneliti Pusat Nasional Rekayasa Genetika dan Bioteknologi, Meechai Siangliw, mengatakan bahwa galur padi yang sedang dikembangkannya akan membantu petani untuk mengurangi risiko kerugian.

Jika sawah rusak karena kondisi lingkungan seperti banjir, serangga, atau wabah bakteri, galur padi ini akan membantu petani padi. ??Galur ini akan mengurangi risiko sehingga petani tidak rugi,” jelasnya.

Presiden Asosiasi Eksportir Beras Thailand, Charoen Laothamatas, memastikan bahwa negaranya memerlukan varietas padi baru berdaya hasil tinggi.

Baca Juga: Ilmuwan Ini Kembangkan Galur Padi Baru yang Tahan Banjir dan Hama
Hama Ulat Grayak Hancurkan Pertanian Bangladesh, InI Usulan Peneliti

Di Thailand, kami mengabaikan kebutuhan pembangunan selama bertahun-tahun. Beras kami tetap sama. Jika kami tidak bertindak atau menemukan solusi, daya saing kami di pasar global akan terbatas sehingga perlu menjadi Agenda Nasional kita,” jelas Charoen.

Populasi dunia diperkirakan akan mencapai 10 miliar pada tahun 2052. Guna memberi makan semua orang, pertanian global harus meningkatkan pasokan makanan sebesar 56 persen.