Puluhan Hektare Sawah di Daerah Ini Terancam Gagal Panen

Ilustrasi banjir di lahan pertanian (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 10 November 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Puluhan hektare sawah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terancam gagal panen sebagai dampak banjir yang melanda daerah itu akibat meluapnya Sungai Batang Angkola.

"Di khawatirkan akan terjadi puso atau gagal panen," kata Kepala Desa Sipange, Godang Ridwan Saleh.

Sawah yang terendam tersebut berlokasi di Kecamatan Sayur Matinggi tepatnya di Desa Sipange Julu (lebih kurang 20 ha) dan di Desa Janji Mauli Baringin (lebih kurang 10 ha).

"Sawah-sawah itu berubah seperti danau. Makanya petani khawatir benih padi yang baru ditanam sekitar satu bulan itu puso," katanya.

Baca Juga: Puluhan Hektare Sawah di Daerah Ini Terancam Gagal Panen
Banjir Awal Tahun Sebabkan 3.023 Hektare Tanaman Padi di Aceh Gagal Panen

Tingginya intensitas hujan di Tapanuli Selatan dan Kota Padang Sidempuan sejak Rabu (9/11/2022) siang hingga malam telah menyebabkan permukaan Sungai Batang Angkola meluap. Tingginya luapan air sungai juga merendam ruas badan Jalan Lintas Tengah Sumatera tepatnya di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi.

"Air sungai naik pada Kamis (10/11) pagi ini lalu meluber ke badan jalan," kata Kepala Desa Aek Libung, Suparman.

Ruas jalan yang terendam lebih kurang 30 meter. Ketinggian air di badan jalan mencapai 50-60 centimeter.

"Sejak pukul 06.30 hingga 09.00 WIB ini airnya sudah mulai tampak surut sedikit," katanya.

Lalu lintas kendaraan, kata dia, terlihat masih lancar, meski di lokasi banjir harus ekstra hati-hati.

"Sejumlah personel Kepolisian juga turun mengatur arus lalu lintas agar tidak sempat terjadi kemacetan pada kenderaan yang lalu lalang dari dan ke Padang Sidempuan - Mandailing Natal," tukasnya.