Diterjang Hujan Lebat, Tanaman Padi Petani di Lombok Kena 'Double Kill'

Petani di Lombok mengangkut padinya yang disapu angin dan hujan. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 10 November 2022 | 12:15 WIB

Sariagri - Sariagri - Puluhan bidang ladang padi milik petani di Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, rusak dan gagal panen akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang, Rabu (9/11/2022). 

Hujan deras disertai angin kencang membuat tanaman padi para petani yang baru berusia 2 bulan nyaris rata tersapu angin, hingga membuat padi mereka 'double kill' alias membusuk dan tidak layak panen. 

"Tidak ada saluran pembuangan juga di sini, kalau hujan jadinya tanaman kami sering terendam air," ujar Nurul, salah seorang petani yang lahannya terdampak cuaca buruk.

Meski harus menanggung kerugian hingga jutaan rupiah, Nurul harus menyelamatkan sisa tanaman padinya yang masih layak dengan melakukan panen lebih awal untuk menyelamatkan buah padi yang sudah mulai terisi. 

"Kalau tidak kita panen ini kita akan rugi lebih besar, jadi yang bagus-bagus ini kita pilah agar nanti bisa kita giling jadi beras,"ungkapnya. 

Pihaknya sangat berharap bantuan pemerintah disaat tengah dilanda musibah seperti ini, hal itu karena ia tidak tau harus bagaimana lagi untuk menutupi kerugian.

"Kasihan kita, sudah berapa uang yang keluar malah dilanda hujan begini, yang tadinya kita pikir dapat untung malah rugi begini,"katanya. 

Menanggapi ini Dinas Pertanian Lombok Barat meminta petani untuk tetap waspada cuaca buruk dan berjanji akan melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah kerusakan. 

"Kita akan segera menyuruh penyuluh pertanian untuk turun mengecek kondisi petani, sementara ini kita belum tau data pasti kerusakannya," Kata Lalu Ratna di, Sekertaris Dinas Pertanian Lombok Barat. 

Tingginya resiko gagal panen di tengah cuaca buruk saat ini diharapkan Ratna di menjadi pelajaran para petani untuk tetap memperhatikan pola tanam, sebab jika tanaman yang dipilih petani tidak tepat maka akan sangat berpengaruh terhadap penghasilan mereka. 

Baca Juga: Diterjang Hujan Lebat, Tanaman Padi Petani di Lombok Kena 'Double Kill'
Akibat Cuaca Tak Tentu, Petani Garam Daerah Ini Gagal Panen hingga Ratusan Ton

"Kuncinya harus memperhatikan pola tanam, karena cuaca sekarang lagi tidak bersahabat," tambahnya. 

Di sisi lain, petani juga diminta untuk masuk sebagai penerima asuransi melalui koperasi Pertanian, hal ini untuk mengurangi kerugian yang dialami petani jika terjadi gagal panen. 

"Sesuai program Kementerian Pertanian kita minta ikut asuransi, dan bisa juga petani pinjam modal tanpa agunan di bank," pungkasnya.