Kisah 2 Wanita yang Membantu Petani Kulit Hitam

Olivia Watkins dan Karen Washington mendirikan organisasi nirlaba untuk membantu petani kulit hitam. (Ist)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 9 November 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Kesenjangan dan ketidakadilan yang dialami para petani kulit hitam di Amerika Serikat mendorong Olivia Watkins dan Karen Washington mendirikan organisasi nirlaba, The Black Farmer Fund. Lewat organisasi itu pula, mereka membantu para petani kulit hitam mendapatkan akses bantuan keuangan.

Olivia Watkins dan Karen Washington bertemu di sebuah konferensi pada tahun 2017. Saat itu, kedua aktivis pertanian itu menyadari bahwa tidak ada program yang ditujukan bagi petani kulit hitam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

“Petani memiliki satu kesempatan dalam satu musim untuk memperbaikinya. Ada organisasi hebat yang mendidik petani kulit hitam, tetapi tidak ada organisasi yang mengumpulkan modal dan memberikannya melalui hibah atau pinjaman kepada orang kulit hitam untuk menutup kesenjangan kekayaan rasial,” kata Watkins.

Seperti diketahui, keterlibatan orang-orang kulit hitam dalam pembangunan di Amerika, termasuk pertanian adalah sebuah sejarah panjang. Setelah Perang Saudara, orang Afrika-Amerika terus bercocok tanam baik sebagai petani bagi hasil atau dengan memiliki tanah yang mereka tanami secara langsung  sekitar 100 tahun yang lalu, jumlah petani kulit hitam bahkan mencapai sekitar 14 persen.

Namun saat ini, petani kulit hitam hanya mewakili sekitar 1,4 persen. Jumlah petani kulit hitam di AS telah menurun selama beberapa dekade. Menurut USDA, jumlah petani kulit hitam mencapai puncaknya pada tahun 1910, ketika mereka memiliki sekitar 16 hingga 19 juta hektar. Jumlah itu telah turun menjadi kurang dari tiga juta hektar hari ini. Meskipun ada berbagai faktor untuk penurunan ini, penyebab utamanya adalah rasisme pemerintah yang sistemik dan kurangnya akses ke keuangan.

Berangkat dari kondisi itu pula, Watkins dan Washington berinisiatif meluncurkan Black Farmer Fund. Organisasi nirlaba tersebut menyediakan modal dan sumber daya seperti pelatihan bisnis kepada petani kulit hitam. Organisasi ini bertujuan membangun kekuatan dan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong keadilan pangan. Ini pekerjaan penting karena, menurut Watkins, pendapatan rata-rata petani Amerika adalah $42.000 per tahun, sedangkan pendapatan rata-rata petani kulit hitam adalah -$906 per tahun. Kesenjangan ekonomi menciptakan masalah yang lebih besar dari sekedar kurangnya petani kulit hitam.

Keberadaan The Black Farmer Fund sangat berarti selama pandemi, ketika petani kulit hitam terpukul keras secara ekonomi. Watkins melihat perlunya menciptakan dana bantuan darurat di mana petani dapat mengakses modal dengan cepat. Jadi mereka meluncurkan hibah khusus untuk membayar utang pribadi atau bisnis, membantu biaya tenaga kerja atau membeli peralatan dan infrastruktur seperti rumah kaca.

“Bertani adalah pengalaman yang menantang. Ada banyak keadaan darurat yang terjadi di komunitas kami dan kami tidak ingin orang-orang menghabiskan modal investasi mereka,” kata Watkins. Selain itu, dana respon cepat bagi petani yang tidak masuk dalam portofolio dana juga dibuat untuk mendistribusikan dana dalam skala yang lebih luas.

Tingkat perhatian dan dedikasi organisasi ini menarik minat para kelompok petani untuk bergabung, seperti Denise Scott dari 716CBD dan Black House Growers.

Mereka adalah kelompok petani penerima bantuan pertama yang anggotanya adalah para petani dan herbalis dari seluruh negara bagian New York, Scott bahkan menganggap para staf Black Farmer Fund seperti keluarga. “Ketika Anda mulai bertemu orang-orang di belakang layar, Anda mulai membangun keluarga dengan mereka… Beberapa dari orang-orang ini telah tinggal di rumah saya. Kami tumbuh dalam hal ini sebagai sebuah keluarga," ujarnya.

Scott memiliki pertanian mikro, Black House Growers, hanya menempati sepersepuluh hektar, dan setiap incinya ditutupi dengan mint, chamomile, tomat, kubis, seledri, mentimun, paprika, kangkung, dan collard. Dia berencana untuk menambahkan bunga dan ubi jalar juga. Pada akhirnya, Scott ingin memiliki 100 hektar dan memberikan sebagian tanah itu kepada The Black Farmer Fund. "Itu selalu kembali ke bumi. Ketika Anda mulai berbicara tentang pertanian ke meja, itu menopang Anda sendiri," ujarnya.


Baca Juga: Inspiratif, Petani Perempuan Palestina Pengemudi Traktor Pertama
Pertanian Tahan Iklim Berdayakan Perempuan di Bangladesh


Ayah Scott juga seorang petani di North Carolina. Dan ketika dia mulai belajar lebih banyak tentang keadilan dan kekurangan pangan, dia tahu dia harus mulai bertani sendiri. “Saya mulai melihat orang kulit hitam mampu bertahan dan bagaimana kami bisa bertahan sebelum ini. Saya kembali ke apa yang dilakukan nenek moyang saya selama berabad-abad," jelasnya.

Kelompok petani pertama lain yang menerima bantuan The Black Farmer Fund adalah Black Yard Farm Collective, kumpulan petani kulit hitam yang menciptakan ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang pertanian

Baca Juga: Kisah 2 Wanita yang Membantu Petani Kulit Hitam
Inspiratif, Petani Perempuan Palestina Pengemudi Traktor Pertama



Ada juga Trinity Farms, sebuah kebun buah kecil di Clintondale, New York; dan Farm Fresh Caribbean Growers, yang memproduksi produk Karibia yang sulit ditemukan di New York. Secara total, organisasi ini sudah menyediakan dana untuk delapan pertanian. Sementara permintaan untuk pendidikan tentang pertanian di masyarakat lokal dan perluasan ruang pertanian untuk petani kulit Hitam terus meningkat.

"Petani kulit hitam adalah orang-orang yang sangat tangguh dan berbakat. Ada garis keturunan leluhur yang menjadi ahli pertanian dan memelihara komunitas,"
kata Watkins, seperti dilansir Modern Farmer.