Terobosan Baru, Padi Abadi Ini Tak Perlu Ditanam Ulang Setiap Musim

Ilustrasi padi abadi dengan akar yang lebih dalam masuk ke tanah. (npr.org)

Editor: Dera - Selasa, 8 November 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Ribuan petani di Cina telah mulai menanam padi versi baru yang luar biasa, yang mewujudkan mimpi ilmiah lama. Tanaman padi ini disebut juga 'padi abadi' karena tidak perlu ditanam lagi setiap musim, melainkan muncul dari tahun ke tahun dari akarnya yang berumur panjang di dalam tanah.

Budidaya tanaman padi ini membutuhkan tenaga kerja yang jauh lebih sedikit, sehingga secara drastis mengurangi biaya petani sambil menghasilkan jumlah biji-bijian yang sama. Akarnya yang berumur panjang juga dapat memberikan manfaat lingkungan yang besar, demikian dilansir npr.org.

"Ini adalah masalah yang sangat besar. Ini adalah perubahan dalam cara kita berpikir tentang pertanian," kata Erik Sacks, ahli genetika tanaman di University of Illinois, AS yang berkolaborasi dengan para ilmuwan China dan ikut menulis studi padi baru ini.

Sacks dan beberapa ilmuwan lain berharap tanaman padi versi baru ini menjadi pendahuluan dari tanaman tahunan masa depan lainnya yang akan mengubah lanskap pertanian, melestarikan tanah yang rentan, dan memperkaya ekosistem alami.

Shilai Zhang, salah satu pemimpin kelompok riset Universitas Yunnan mengungkapkan, para ilmuwan menggunakan teknik laboratorium yang disebut kultur jaringan untuk menumbuhkan tanaman padi hibrida baru hasil silangan varietas padi konvensional dengan kerabat padi yang tumbuh liar di Afrika ini. Hasilnya adalah tanaman padi yang memiliki akar hidup yang permanen, seperti induknya di Afrika, tetapi juga dapat dikawin silangkan dengan padi budidaya standar.

Pada tahun 2018 para peneliti akhirnya mendapatkan padi yang diinginkan dan kemudian dilepaskan kepada para petani. Mereka mencatat, sekitar 11.000 pertanian kecil menanam padi abadi pada tahun 2020, di area total sekitar 9.000 hektare. Setahun kemudian, jumlah petani yang mau mencoba varietas baru meningkat empat kali lipat, dan luas tanam melonjak menjadi 38.000 hektar.

Menurut Zhang, banyak petani yang tertarik dengan padi tahunan karena tidak membutuhkan banyak tenaga. Selain itu, budidaya padi baru ini memotong biaya pemeliharaan tanaman secara kasar menjadi setengahnya selama tahun-tahun ketika petani tidak perlu menanamnya.

Baca Juga: Terobosan Baru, Padi Abadi Ini Tak Perlu Ditanam Ulang Setiap Musim
Inovasi Teknologi dalam Pertanian Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Lahan



Akan tetapi, padi abadi ini tidak selamanya menghasilkan panen yang melimpah. Dalam uji coba lapangan, hasil turun setelah empat tahun produksi, termasuk delapan musim tanam. Pada saat itu, petani perlu menanam kembali.

Zhang dan kelompok penelitiannya sedang mengerjakan varietas yang dapat tumbuh subur di daerah pegunungan yang kurang irigasi. Selain dipromosikan di Cina, padi abadi ini juga tengah diujicoba di Uganda, melibatkan perusahaan besar China, BGI Genomics Akademi Ilmu Pertanian negara itu.