Terapkan Standar SRP untuk Tanam Padi, Hasil Panen Petani Klaten Meningkat

Ketua Gabungan Kelompok Tani Maju Makmur, Waluyo (Sariagri/Usman)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Senin, 7 November 2022 | 15:45 WIB

Sariagri - Budidaya padi dengan Standar Platform Padi Berkelanjutan (Sustainable Rice Platform/SRP) sudah mulai diterapkan di Indonesia sejak 2018. Salah satu wilayah Demplot yang menerapkan standar itu berada di Kabupaten Klaten.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Maju Makmur, Waluyo mengatakan, dengan penerapan SRP terdapat peningkatan hasil produktivitas padi dibandingkan dengan model pertanian konvensional.

"Peningkatannya 3 sampai 4 karung (hasil panen), mungkin 2 hingga 3 kuintal. Kalau yang konvensional dapat karungan 30, di saya dapat 33 karung," ujar Waluyu kepada Sariagri, beberapa waktu lalu.

Waluyo menambahkan, budidaya padi standar SRP juga mengefisienkan pupuk dan perawatan yang tergolong mudah. "Dari perawatan dan pemupukan ada efisiensi waktu dan biaya. Perawatan lebih mudah dan hasilnya ada peningkatan dibanding konvensional," jelasnya.

Tak hanya soal perawatan, lanjut Waluyo, standar SRP juga menghasilkan produk beras yang lebih sehat dan berkualitas. Kemudian pengendalian hama dan penyakit lebih mudah dibandingkan konvensional.

Waluyo menjelaskan, SRP ini sudah dilakukan oleh sekitar 25 persen petani dalam kelompoknya. Sementara itu, untuk petani yang ingin mencoba menanam standar SRP maka pihaknya siap untuk mendampingi.

"Semua varietas bisa diterapkan untuk SRP, tinggal kita lihat karakter benihnya. Kalau petani kan sudah hapal biasanya anakan (varietas) ini kurang atau banyak," pungkasnya.

Perlu diketahui, budidaya padi di Indonesia dengan standar SRP mulai diperkenalkan oleh sebuah NGO Internasional bernama Rikolto yang berpusat di Belgia. Rice Program Manager Rikolto Indonesia, Nana Suhartana mengatakan bahwa kegiatan penerapan SRP di Tanah Air dilakukan dengan membuat demplot dan sekolah lapang. Kegiatan ini bertujuan agar petani memahami tentang budidaya beras berkelanjutan.

Baca Juga: Terapkan Standar SRP untuk Tanam Padi, Hasil Panen Petani Klaten Meningkat
Cerita Petani Boyolali Terapkan Standar SRP untuk Budidaya Padi

"Penerapan standar ini kita lakukan setiap musim tanam di beberapa kelompok tani, jadi berpindah lokasi supaya petani dapat memahami bagaimana budidaya SRP. Apa yang dilakukan disana adalah meningkatkan produksi padi," kata Nana.

"Jadi kita menerapkan beras berkelanjutan dengan model tanam jajar legowo sisipan. Dari model yang kita bikin itu bisa meningkatkan produksi 15 persen dari populasinya, kemudian untuk hasil panen yang kita peroleh kita bisa mendapatkan tambahan 20-30 persen," sambungnya.

Video Terkait