Meski Krisis, Sri Lanka Gelontorkan Ratusan Miliar untuk Subsidi Pupuk

Ilustrasi padi. (Foto: Unsplash)

Editor: Dera - Minggu, 9 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Menteri Pertanian Sri Lanka, Mahinda Amaraweera, mengatakan bahwa pemerintahnya mengalokasikan anggaran sebesar 16 miliar rupee Sri Lanka atau sekitar Rp666 miliar untuk subsidi pupuk organik bagi petani padi di musim tanam mendatang.

Melansir Xinhua, Pemerintah Sri Lanka mengambil langkah tersebut untuk menyediakan pupuk organik berkualitas tinggi bagi para petani.

Laporan media menyebut Menteri Pertanian Sri Lanka juga mendesak otoritas terkait untuk membuat standar kualitas pupuk organik, yang saat ini masih belum ada di negara Asia Selatan itu.

Kementerian Pertanian Sri Lanka merekomendasikan 30 persen pupuk organik dari total penggunaan pupuk oleh petani untuk penanaman padi musim 2022/23.

Sebelumnya, Presiden Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, mengatakan bahwa negaranya harus memulai modernisasi pertanian pada tahun 2023 agar mampu memberi makan penduduknya yang terus bertambah.

Wickremesinghe menyebut, sektor pertanian akan menghasilkan devisa dengan meningkatkan produksi dan daya saing melalui modernisasi pertanian.

Baca Juga: Meski Krisis, Sri Lanka Gelontorkan Ratusan Miliar untuk Subsidi Pupuk
Mengenal Sifat dan Karakteristik Pupuk Organik Cair bagi Tanaman

Saat ini, Sri Lanka tengah menghadapi krisis ekonomi parah dan kekurangan kebutuhan pokok seperti makanan, bahan bakar, dan obat-obatan. Hasil pertanian mengalami penurunan lebih dari setengahnya dalam dua musim tanam terakhir.

Kurangnya pasokan makanan tersebut terkait juga dengan langkah Sri Lanka yang mengeluarkan larangan bagi petani untuk menggunakan pupuk kimia dan mencoba beralih ke pupuk organik.