Miris! Petani Merugi, Ribuan Hektar Tanaman Tembakau Terendam Air

Petani tembakau Tulungagung alami kerugian. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 5 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Ribuan hektar tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terancam puso lantaran terendam air pasca meningkatnya intensitas curah hujan yang terjadi.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, para petani terpaksa melakukan panen dini terhadap tanaman tembakau yang dipastikan harga jualnya juga anjlok.

Salah satu area lahan tanaman tembakau yang terendam air, berada di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Petani menyebutkan air yang merendam lahan tembakau dikarenakan meningkatnya intensitas curah hujan dalam tiga hari terakhir.

“Hujan terjadi berturut-turut sejak hari minggu, senin hingga selasa ini. akibatnya banyak lahan tembakau yang terendam air. untuk menghindari puso, para petani disini terpaksa melakukan panen dini,” keluh salah seorang petani tembakau, Puji kepada Sariagri, Selasa (4/10/2022).

Puji menambahkan seharusnya tanaman tembakau tersebut, baru di panen 2 minggu lagi. Namun karena takut rusak akibat terencam banjir, terpaksa dilakukan panen lebih awal.

“Akibat panen lebih cepat dan terkena banyak air, harga jual daun tembakau menjadi anjlok, dari sebelumnya dijual harga Rp650.000 per kuintal, kini  turun menjadi Rp500.000,” bebernya.

Ia menjelaskan turunnya harga jual tersebut , karena dipengarauhi kualitas daun tembakau dan berkurangnya bobot kering tembakau  setelah tanaman tembakau terendam air.

Sementra itu, ditemui di kantor Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu, Koordinator Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan, menerangkan lahan tanaman tembakau yang terdampak banjir di wilayah setempat seluas 1.226 hektar.

“Dari seribuan lebih lahan tanaman tembakau yang terdampak banjir, diantaranya tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Pakel, Campurdarat, Gondang dan Kecamatan Boyolangu.  sedangkan wilayah Campurdarat merupakan daerah yang paling parah dilanda banjir,” rinci Gatot, koordinator POPT Disperta Tulungagung.

Baca Juga: Miris! Petani Merugi, Ribuan Hektar Tanaman Tembakau Terendam Air
Diterjang Hujan Lebat, Puluhan Hektar Tanaman Tembakau Petani Rusak

Akibat terendam banjir, tanaman tembakau yang masih berumur kisaran 30-90 hari, terancam puso, sehingga hasil panen petani dijual dengan harga rendah. 

“Hingga saat ini, Disperta Tulungagung masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami para petani tembakau  akibat dampak banjir tersebut,” tandasnya.

Video Terkait