Jokowi Dorong Pembinaan Petani Guna Kurangi Impor Komoditas Pangan

Presiden Joko Widodo meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate di Kapuas, Kalimantan Tengah (Antarafoto).

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo mendorong pembinaan kepada para petani untuk mengurangi impor komoditas bahan pangan. Selain itu, Kepala Negara juga memberi apresiasi penurunan nilai impor jagung di Indonesia lantaran adanya pendampingan terhadap petani jagung.

"Petani jagung ada yang mendampingi, petani jagung ada yang mengawal. Tadi disampaikan di depan, biasanya 1 hektar hanya 4 ton, sekarang 1 hektar bisa 8 ton. Ongkos produksi paling Rp 1.800, Rp 1.900 itu yang yang saya tahu saat saya ke Dompu," kata Jokowi saat dalam Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/10/2022).

Jokowi mengatakan, penurunan impor jagung juga didukung hasil panen petani yang mampu menghasilkan 8 ton per hektar, di mana sebelumnya petani hanya bisa mencapai panen 4 ton jagung per hektar.

"Saya kagum urusan jagung, urusan jagung itu sudah sekian tahun kita impor tiga setengah juta ton per tahun dan sudah 7 tahun ini sampai hari ini sudah anjlok impor kita tinggal 800.000 ton per tahun," ujar Jokowi.

Pembinaan Petani

Tak hanya komoditas jagung, Jokowi juga meminta pihak terkait untuk memberikan pembinaan dengan pola yang sama juga dilakukan terhadap petani komoditas pangan lainnya. "Kalau jagung bisa, mestinya padi juga bisa, singkong juga bisa, porang juga bisa, kopi juga bisa, semua,” jelasnya.

Baca Juga: Jokowi Dorong Pembinaan Petani Guna Kurangi Impor Komoditas Pangan
Kementan Akan Terus Tingkatkan Produksi Pangan

Lebih lanjut, Pembinaan juga harus dilakukan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti pengemasan produk dan penjenamaan yang baik. Diharapkan produk hasil dari para pelaku UMKM dapat naik kelas hingga pasar internasional.

“Sentuhan-sentuhan seperti itu yang kita harapkan dan kalau bisa pasarnya tidak hanya pasar lokal, tidak hanya pasar domestik, tetapi bisa dibawa untuk pasar ekspor. Ini yang kita harapkan,” tandasnya.

Video Terkait